KARAKTERISASI SIFAT FISIKO KIMIA EKSTRAK MINYAK IKAN SIDAT (Anguilla Bicolor) FASE SILVER EEL MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM

ADHELA FRANSISKA (2023) KARAKTERISASI SIFAT FISIKO KIMIA EKSTRAK MINYAK IKAN SIDAT (Anguilla Bicolor) FASE SILVER EEL MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM. Undergraduate Theses thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Ikan sidat (Anguilla bicolor) memiliki kandungan yang baik bagi kesehatan. Pemanfaatan minyak untuk bidang pangan dan farmasi masih terkendala pada kualitas minyak yang rendah serta belum memenuhi International Fish Oil Standard (IFOS) dan Standar Nasional Indonesia (SNI) sehingga perlu dilakukan pemurnian dengan menggunakan absorben magnesol dan bentonit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisika kimia ekstrak minyak ikan sidat (Anguilla bicolor) fase silver eel yang berasal dari sungai palu, serta analisis cemaran logam berat. Minyak ikan kasar hasil ekstraksi dimurnikan melalui 3 tahap yaitu degumming menggunakan asam sitrat 3%, netralisasi menggunakan NaOH 9,5%, dan bleaching menggunakan adsorbent magnesol XL 3?n bentonit 1%. Minyak ikan murni selanjutnya dilakukan analisis sensori, bilangan iod, bilangan asam, densitas, viskositas, kelarutan, kejernihan, serta kadar logam berat dengan metode Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Beberapa hasil menunjukan perbedaan yang signifikan terhadap kedua minyak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan magnesol XL 3?n bentonit 1% diperoleh masing-masing bilangan iod 67, 94 m/yod dan 65,22 m/yod, bilangan asam 1,35 mg KOH/g dan 2,62 mg KOH/g, nilai densitas 0,91 g/mL dan 0,93 g/mL, viskositas 50 cP dan 60 cP, kejernihan sebesar 82,67?n 73,90%. Kelarutan minyak pada kedua perlakuan memiliki kelarutan yang sama, yaitu larut pada pelarut non polar. Kedua perlakuan menghasilkan minyak yang jernih, aroma khas minyak ikan, dan warna kuning muda sampai emas. Analisis logam berat pada minyak yang dimurnikan dengan magnesol XL 3?n bentonit 1% tidak terdeteksi atau berada di bawah batas deteksi, yaitu sebesar Cd <0,1, Pb <0,5, Hg <0,005, dan As <0,005. Hasil yang didapatkan memenuhi standar IFOS dan SNI kecuali pada bilangan iod. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan dengan magnesol XL 3% di tinjau dari parameter fisikokimia berbeda signifikan dibandingkan dengan bentonit 1%.

Item Type: Thesis (Undergraduate Theses)
Subjects: University Structure > Faculty of Mathematics and Natural Sciences > Pharmacy
S1 - Undergraduate Thesis > Faculty of Mathematics and Natural Sciences > Pharmacy
Divisions: Faculty of Mathematics and Natural Sciences > Pharmacy
Tadulako Subject Areas > S1 - Undergraduate Thesis > Faculty of Mathematics and Natural Sciences > Pharmacy
Depositing User: system estd estd
Date Deposited: 01 Feb 2023 07:03
Last Modified: 01 Feb 2023 06:35
URI: http://repository.untad.ac.id/id/eprint/11670

Actions (login required)

View Item View Item