Kesenian Jaranan Buto Di SDN 3 Sambirejo Desa Pasembon Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur.

Agig Ardiyanto (2019) Kesenian Jaranan Buto Di SDN 3 Sambirejo Desa Pasembon Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur. Undergraduate Theses thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Agig Ardiyanto, 2019. “Kesenian Jaranan Buto Di SDN 3 Sambirejo, Desa Pasembon, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur”. Skripsi Program Studi Pendidikan Sejarah, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Tadulako. Pembimbing (1) Nuraedah dan Pembimbing (2) Mutawakkil. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana sejarah Kesenian Jaranan Buto di SDN 3 Sambirejo, apa penyebab Kesenian Jaranan Buto diadakan di SDN 3 Sambirejo, bagaimana tata cara Kesenian Jaranan Buto dipentaskan, bagaimana dampak Kesenian Jaranan Buto terhadap siswa di SDN 3 Sambirejo. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu, mendeskripsikan sejarah Kesenian Jaranan Buto di SDN 3 Sambirejo, mendeskripsikan penyebab Kesenian Jaranan Buto diadakan di SDN 3 Sambirejo, mendeskripsikan tata cara Kesenian Jaranan Buto dipentaskan, mendeskripsikan dampak Kesenian Jaranan Buto terhadap siswa di SDN 3 Sambirejo. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian sejarah, yang bertujuan memberikan gambaran terkait dengan Kesenian Jaranan Buto di SDN 3 Sambirejo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui penelitian kepustakaan, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Ada pun analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu Kesenian Jaranan Buto di SDN 3 Sambirejo diadakan karena banyaknya musibah, kejadian-kejadian yang menimpa pak Satikan dan pak Ngadimin sehingga kesenian Jaranan Buto diadakan pertama kali pada bulan Agustus tahun 1959. Penyebab diadakan kesenian jaranan buto di SDN 3 Sambirejo karena adanya mitos angkernya SDN 3 Sambirejo dan kejadian yang pernah dialami pak Satikan dan pak Ngadimin membuat kejadian itu dipercayai wali murid dan masyarakat sampai saat ini serta mitos apabila Kesenian Jaranan Buto dihilangkan akan terjadi kesurupan yang menimpa murid hal ini membuat wali murid terus mempertahankan tradisi ini sampai saat ini. Tata cara Kesenian jaranan Buto dipentaskan yaitu diawali dengan ritual yang dilakukan oleh gambuh, Kesenian Jaranan Buto sendiri dimulai pukul 10 pagi sampai pukul 04 sore, pementasannya terbagi atas tiga sesi yang pertama sesi pembuka, sesi inti dan sesi penutup, kesenian jaranan buto diiringi musik kendang, bonang, gong, saron, terompet, jidor, kecer. Tata rias Jaranan Buto menggunakan meni, pemain Jaranan Buto merias wajahnya seram seperti Buto. Untuk tata busana pemain Jaranan Buto menggunakan Pakaian yang gagah seperti Buto. Dampak positif dari kesenian jaranan di SDN 3 Sambirejo siswa ikut terlibat dalam menjaga dan melestarikan kesenian ini, dampak negatifnya karena adanya mitos dan kejadian yang pernah terjadi di SDN 3 Sambirejo membuat wali murid dan masyarakat percaya sehingga Kesenian ini takut kalau dihilangkan takutnya siswa ada yang kesurupan lagi. Kata Kunci: Kesenian Jaranan Buto, dan SDN 3 Sambirejo

Item Type: Thesis (Undergraduate Theses)
Subjects: University Structure > Faculty of Teacher Training and Education > History Education
S1 - Undergraduate Thesis > Faculty of Teacher Training and Education > History Education
Divisions: Faculty of Teacher Training and Education > History Education
Tadulako Subject Areas > S1 - Undergraduate Thesis > Faculty of Teacher Training and Education > History Education
Depositing User: system estd estd
Date Deposited: 26 Jun 2019 07:03
Last Modified: 26 Jun 2019 06:35
URI: http://repository.untad.ac.id/id/eprint/77

Actions (login required)

View Item View Item