PENGGUNAAN KULIT BUAH KOPI SEBAGAI CAMPURAN KONSENTRAT TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN KECERNAAN NUTRIEN PADA SAPI DONGGALA

MARWAH (2026) PENGGUNAAN KULIT BUAH KOPI SEBAGAI CAMPURAN KONSENTRAT TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN KECERNAAN NUTRIEN PADA SAPI DONGGALA. Magister thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan kulit buah kopi sebagai bahan pakan alternatif dalam konsentrat serta pengaruhnya terhadap pertambahan bobot badan dan kecernaan nutrien pada sapi Donggala. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan menggunakan sapi jantan Donggala yang berumur berkisar 2–2,5 tahun dengan bobot awal 187-274 kg. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan yaitu P0 (0% kulit kopi), P1 (10%), P2 (15%), dan P3 (20%), masing-masing empat ulangan. Variabel yang diamati meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian (PBBH), kecernaan nutrien (BK, BO, PK, SK, LK), serta kecernaan nutrien menggunakan indikator lignin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kulit buah kopi memberikan pengaruh nyata terhadap performa pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan nutrien. Perlakuan P1 (10% kulit kopi) menghasilkan PBBH tertinggi yaitu 0,72 kg/ekor/hari, lebih tinggi dibandingkan kontrol (P0) (0,70 kg/ekor/hari). Namun, peningkatan level kulit kopi pada P2 dan P3 menyebabkan penurunan PBBH masing-masing menjadi 0,61 dan 0,55 kg/ekor/hari. Nilai kecernaan nutrien menunjukkan pola yang sama: semakin tinggi level kulit kopi, semakin menurun kecernaan BK, BO, PK, SK, dan LK. Pada P1 diperoleh nilai kecernaan tertinggi (BK 53,3%; BO 57,6%; PK 82,5%; SK 36,4%; namun LK berada pada urutan ke dua yaitu 76,3%), sedangkan P3 menunjukkan nilai terendah akibat meningkatnya kandungan lignin, tanin, dan kafein yang bersifat antinutrisi. Analisis menggunakan indikator lignin juga memperkuat temuan tersebut. Lignin yang tidak tercerna menjadi penanda rendahnya degradasi serat. Kecernaan BK, BO, PK, SK, dan LK berdasarkan lignin menurun signifikan pada P2 dan P3 karena lignin mengikat selulosa dan hemiselulosa sehingga sulit difermentasi oleh mikroba rumen. Dengan demikian, kulit buah kopi efektif digunakan hingga level 10?lam konsentrat, karena mampu meningkatkan PBBH tanpa menurunkan kecernaan nutrien secara signifikan. Penggunaan bahan lokal ini sekaligus menjadi solusi pakan murah, ramah lingkungan, dan mendukung pemanfaatan limbah pertanian secara berkelanjutan.
.
Kata kunci: Sapi Donggala, Kulit Buah Kopi, Konsentrat, Pertambahan Bobot
Badan, Kecernaan Nutrien, Indikator Lignin

Item Type: Thesis (Magister)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Pascasarjana > Magister Ilmu Pertanian
S Agriculture > Magister Ilmu Pertanian
Divisions: Pascasarjana > Magister Ilmu Pertanian
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Magister Ilmu Pertanian
Date Deposited: 08 Apr 2026 03:27
Last Modified: 08 Apr 2026 03:27
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/154381
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item