RANGGA RESTU RAMADHAN (2026) Pengaruh Penggunaan Level Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera) Dalam Medium Pengencer Semen Sapi Donggala Terhadap Kualitas Spermatozoa Post-Thawing. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Rangga Restu Ramadhan (O 121 22 004) Pengaruh Penggunaan Level Ekstrak
Daun Kelor (Moringa oleifera) Dalam Medium Pengencer Semen Sapi Donggala
Terhadap Kualitas Spermatozoa Post-Thawing (dibawah bimbingan M. I. Mumu
dan Y. Rusiyantono, 2025).
Sapi Donggala merupakan sapi lokal asli Sulawesi Tengah. Peningkatan populasi
sapi Donggala perlu dilakukan, salah satunya melalui inseminasi buatan dengan
kualitas pengencer semen yang baik. Ekstrak daun kelor memiliki kandungan
antioksidan tinggi seperti flavonoid dan memiliki kandungan vitamin A, C, B,
kalsium, dan kalium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
penggunaan berbagai level ekstrak daun kelor dalam medium pengencer TCG
(Tris-Citrate-Glucose) + kuning telur terhadap kualitas spermatozoa sapi Donggala
post-thawing dan mendapatkan formula pengencer yang optimal pada semen sapi
Donggala. Penelitian ini dilakukan di UPTD Pembibitan Ternak di Desa Sidera,
Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Peneltian ini dilakukan pada bulan
Oktober-November 2025. Penelitian ini menggunakan satu ekor pejantan sapi
Donggala berumur sekitar 7-8 tahun dijadikan sebagai sumber semen segar. Desain
penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan:
P0= (pengencer basal + 0?K), P1= (pengencer basal + 0,5?K), P2=
(pengencer basal + 1?K), P3= (pengencer basal + 1,5?K) dengan 5
ulangan, ulangan adalah jumlah penampungan semen. Variabel penelitian ini
meliputi perhitungan motilitas, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa (F hitung
? F tabel 5?n 1%). Hasil penelitian ini menunjukkan berpengaruh sangat nyata
terhadap nilai rataan motilitas spermatozoa sapi Donggala Post-Thawing dengan
nilai tertinggi pada perlakuan P3 (1,5?K) 56.00±3,81%, diikuti oleh P1 (0,5?K) 53,80±1,64%, P2 (1?K) 50,60±0,89%, dan selanjutnya P0 (0?K)
47,20±2,17%. Hasil penelitian ini juga menunjukkan berpengaruh sangat nyata
terhadap nilai rataan viabilitas spermatozoa sapi Donggala post-thawing dengan
nilai tertinggi pada perlakuan P1(0,5?K) 60,50±4,21%, diikuti oleh P2 (1?K) 59,30±6,53%, P3 (1,5?K) 59,00±4,14%, dan selanjutnya P0 (0?K)
50,60±0,55a%. Hasil penelitian ini juga menunjukkan berpengaruh sangat nyata
terhadap nilai rataan abnormalitas spermatozoa sapi Donggala post-thawing dengan
nilai tertinggi pada perlakuan P0(0?K) 21,95±2,24%, diikuti oleh P2 (1?K) 16,60±1,75%, P1 (0,5?K) sebesar 15,84±1,99 dan selanjutnya P3 (1,5?K) 15,56±4,56%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pemberian level ekstrak
daun kelor 1,5?K dalam pengencer basal semen sapi Donggala mampu mempertahankan kualitas semen beku.
Kata kunci: Sapi Donggala, TCG, Ekstrak Daun Kelor, Semen Beku
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Peternakan dan Perikanan > Peternakan S Agriculture > Peternakan |
| Divisions: | Fakultas Peternakan dan Perikanan > Peternakan Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Peternakan |
| Date Deposited: | 20 Apr 2026 07:49 |
| Last Modified: | 20 Apr 2026 07:49 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/154601 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

