IMPLEMENTASI MUSYAWARAH DESA SEBAGAI SARANA MENINGKATKAN KETERLIBATAN MASYARAKAT DALAM PEMERINTAHAN DESA BOMBA KECAMATAN MARAWOLA KABUPATEN SIGI

NURYA SANTRI (2026) IMPLEMENTASI MUSYAWARAH DESA SEBAGAI SARANA MENINGKATKAN KETERLIBATAN MASYARAKAT DALAM PEMERINTAHAN DESA BOMBA KECAMATAN MARAWOLA KABUPATEN SIGI. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Nurya Santri, 2026. “Implementasi Musyawarah Desa Sebagai Sarana
Meningkatkan Keterlibatan Masyarakat Dalam Pemerintahan Desa Bomba
Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi”. Skripsi, Program Studi Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Pembimbing: Dr. Dwi Septiwiharti.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pelaksanaan dan keterlibatan
masyarakat dalam musyawarah di Desa Bomba Kecamatan Marawola, Kabupaten
Sigi. (2) Mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat partisipasi
masyarakat dalam pemerintahan Desa Bomba, Kecamatan Marawola, Kabupaten
Sigi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 15 orang terdiri dari: Kepala Desa
Bomba, Tokoh Adat, Ketua RT, dan 10 orang Masyarakat Desa Bomba. Penelitian
ini menggunakan pendekatan deskriptif kaualitatif dengan teknik pengumpulan
data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, Data yang diperoleh akan
dianalisis dengan Reduksi data, Penyajian Data dan Penarikan Kesimpulan. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan musyawarah desa telah
berjalan secara terstruktur sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014
tentang Desa serta melibatkan unsur pemerintah desa dan perwakilan masyarakat.
Secara formal, musyawarah telah mencerminkan prinsip demokrasi partisipatif.
Namun, keterlibatan masyarakat belum sepenuhnya optimal karena masih
didominasi partisipasi pasif dan simbolik. Tingkat kehadiran belum merata dan
sebagian warga belum aktif menyampaikan aspirasi dalam proses pengambilan
keputusan. (2) Faktor pendukung partisipasi Masyarakat meliputi tingkat
Pendidikan dan hubungan sosial. Adapun faktor penghambat mencakup
keterbatasan informasi, ketidaksesuaian waktu pelaksanaan, sosialisasi dan
rendahnya literasi politik. Musyawarah desa berpotensi menjadi sarana efektif
peningkatan keterlibatan masyarakat apabila dilaksanakan secara lebih inklusif,
transparan, dan responsif.
Kata kunci: Musyawarah Desa, Keterlibatan Masyarakat, Partisipasi.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan
L Pendidikan > Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan
Library of Congress Subject Areas > L Pendidikan > Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan
Date Deposited: 22 Apr 2026 06:56
Last Modified: 22 Apr 2026 06:56
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/154645
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item