NILAI KEWARGANEGARAAN DALAM PELAKSANAAN AQIQAH UNTUK BAYI HIDUP DAN MENINGGAL PADA SUKU KAILI DI DESA LUMBU TAROMBO KECAMATAN BANAWA SELATAN KABUPATEN DONGGALA

ZELIKA SALSABILA (2026) NILAI KEWARGANEGARAAN DALAM PELAKSANAAN AQIQAH UNTUK BAYI HIDUP DAN MENINGGAL PADA SUKU KAILI DI DESA LUMBU TAROMBO KECAMATAN BANAWA SELATAN KABUPATEN DONGGALA. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Zelika Salsabila, A32122017, 2026, “Nilai Kewarganegaraan Dalam Pelaksanaan
Aqiqah Untuk Bayi Hidup Dan Meninggal Pada Suku Kaili di Desa Lumbu
Tarombo”. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Faklutas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Pembimbing: Windy Makmur
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Pelaksanaan Aqiqah untuk Bayi
Hidup dan Meninggal Pada Suku Kaili di Desa Lumbu Tarombo. (2)
Mengidentifikasi Nilai Kewarganegaraan yang Terkandung Dalam Pelaksanaan
aqiqah Untuk Bayi Hidup dan Meninggal Pada Suku Kaili di Desa Lumbu
Tarombo. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 9 orang yang terdiri dari Kepala
Desa, Tokoh Agama (Imam Desa dan Ustad), dan Masyarakat Desa Lumbu
Tarombo. Metode penelitian yang di gunakan adalah deskriptif kualitatif dengan
menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi,
Data yang di peroleh akan dianalisi dengan Reduksi data, Penyajian data dan
Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan
Aqiqah Untuk Bayi Hidup dan Meninggal pada Suku Kaili aqiqah dipandang lebih
dari sekadar pemotongan hewan. Ini adalah ritual Sintuvu (kebersamaan) serta
mempererat tali silaturahmi antarwarga. Sedangkan pelaksanaan aqiqah untuk bayi
yang meninggal di Desa Lumbu Tarombo tetap dilaksanakan (Sunnah Muakkad),
karena bentuk penghormatan terakhir yang paling tinggi dari orang tua suku Kaili
kepada anaknya.(2) Pelaksanaan aqiqah bayi hidup dan bayi meninggal sama-sama
mengandung nilai kewarganegaraan, yaitu tanggung jawab sosial, solidaritas,
gotong royong, partisipasi publik, toleransi dan religius. Pada bayi hidup, nilai-nilai
tersebut terlihat dari pelestarian tradisi, pelaksanaan Barzanji, keterlibatan keluarga
dan tetangga, serta peran tokoh agama dan adat dalam prosesi Pogunci Bulua.
Sementara pada bayi meninggal, nilai tersebut tampak dari tanggung jawab
keluarga tetap melaksanakan aqiqah, dukungan dan empati masyarakat melalui doa
bersama, keterlibatan warga dalam seluruh proses kegiatan.
Kata Kunci : Aqiqah, Nilai Kewarganegaraan, Suku Kaili

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan
L Pendidikan > Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan
Library of Congress Subject Areas > L Pendidikan > Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan
Date Deposited: 28 Apr 2026 02:31
Last Modified: 28 Apr 2026 02:31
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/154722
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item