ARDAYANTI (2026) Kadar Vitamin C, Daya Antioksidan Dan Uji Daya Terima Pada Seduhan Herbal Daun Kelor (Moringa Oleifera) Dan Pandan (Pandanus Amaryllifolius Roxb) Dengan Penambahan Madu (Apis) Sebagai Minuman Fungsional Pencegah Diabetes Melitus Tipe 2. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
ARDAYANTI. Analisis Kadar Vitamin C, Daya Antioksidan dan Uji Daya Terima Pada Seduhan Herbal Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Pandan (Pandanus Amaryllifolius Roxb) dengan Penambahan Madu (Apis) sebagai Minuman Fungsional Pencegah Diabetes Melitus Tipe 2.
(Dibimbing oleh Nurdin dan Ariani).
Program Studi Gizi
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit degeneratif yang berkaitan dengan stress oksidatif yang prevalensinya terus meningkat dan ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dalam tubuh. Pemanfaatan pangan lokal kaya antioksidan, seperti daun kelor dan daun pandan, yang diformulasikan menjadi seduhan herbal berpotensi menekan stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar vitamin C, daya antioksidan, serta daya terima minuman herbal daun kelor dan pandan dengan penambahan madu sebagai minuman fungsional pencegah diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif berbasis uji laboratorium yang menggunakan tiga formulasi perlakuan dengan pengulangan duplo dan telah memperoleh izin etik dengan nomor 13573/UN28.10/KL/2025. Formula terdiri dari perbandingan daun kelor dan pandan yang masing-masing diberi penambahan madu sebanyak 5 ml, yaitu F1 (40 g daun kelor : 10 g daun pandan), F2 (30 g daun kelor : 20 g daun pandan), dan F3 (20 g daun kelor : 30 g daun pandan). Penentuan kadar vitamin C dilakukan menggunakan metode titrasi iodimetri, daya antioksidan menggunakan metode DPPH, serta uji daya terima menggunakan metode organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan kadar vitamin C seduhan herbal daun kelor dan pandan masing-masing didapatkan nilai seebsar 152,10 mg/100 g (F1), 117,94 mg/100 g (F2), dan 83,59 mg/100 g (F3). Hasil uji daya antioksidan masing-masing yaitu 162,26 ppm (F1), 193,85 ppm (F2), dan 223,67 ppm (F3). Berdasarkan uji daya terima, didapatkan bahwa F2 merupakan formula yang paling disukai panelis.
Kata Kunci : Antioksidan, Daun Kelor, Diabetes Melitus tipe 2, Madu, Pandan, Vitamin C
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Kesehatan Masyarakat > Gizi |
| Divisions: | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Gizi |
| Date Deposited: | 05 May 2026 07:08 |
| Last Modified: | 05 May 2026 07:08 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/154884 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

