KARIN APRIANI (2026) PROSES KOMUNIKASI PERSUASIF PADA PROGRAM REHABILITASI PECANDU NARKOBA DI BNNP SULTENG. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Karin Apriani B 501 21 077 “Proses Komunikasi Persuasif Pada Program
Rehabilitasi Pecandu Narkoba Di BNNP Sulteng” Program Studi Ilmu
Komunikasi Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Tadulako di bawah Bimbingan Muchri Ramah selaku
Pembimbing I dan Giska Mala Rahmarini selaku Pembimbing II.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses
komunikasi persuasif yang dilakukan oleh konselor dalam program rehabilitasi
pecandu narkoba di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi
Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi,
dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari konselor dan klien
rehabilitasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dianalisis menggunakan Teori
Komunikasi Persuasif menurut Hafied Cangara yang meliputi unsur komunikator,
pesan, media, komunikan, dan efek.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi persuasif dalam program
rehabilitasi dilaksanakan secara bertahap, meliputi screening, assessment,
penyusunan rencana terapi melalui konseling individu, rehabilitasi rawat jalan,
dan pascarehabilitasi. Pada tahap screening, pesan disampaikan untuk
membangun rasa aman, kepercayaan, dan kesadaran awal klien. Tahap assessment
bertujuan memahami kondisi medis, psikologis, sosial, dan lingkungan klien
secara menyeluruh. Pada tahap konseling individu, pesan difokuskan pada
penguatan motivasi, perubahan sikap, dan pembentukan komitmen pemulihan.
Selanjutnya, pada rehabilitasi rawat jalan dan pascarehabilitasi, pesan diarahkan
pada pencegahan kekambuhan, penguatan perilaku positif, serta dukungan
keberlanjutan pemulihan dan reintegrasi sosial.
Media komunikasi yang digunakan dalam proses rehabilitasi adalah konseling
tatap muka karena dianggap paling efektif dalam membangun komunikasi yang
personal dan empatik serta memahami kondisi emosional klien secara mendalam.
Efek komunikasi persuasif terlihat pada perubahan kognitif, afektif, dan konatif
klien, yaitu meningkatnya pemahaman tentang bahaya narkoba, sikap yang lebih
positif terhadap program rehabilitasi, serta perilaku yang lebih disiplin dan
berkomitmen dalam menjalani proses pemulihan.
Kata kunci: komunikasi persuasif, konselor, rehabilitasi narkoba
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi H Ilmu Sosial > Ilmu Komunikasi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi Library of Congress Subject Areas > H Ilmu Sosial > Ilmu Komunikasi |
| Date Deposited: | 07 May 2026 06:50 |
| Last Modified: | 07 May 2026 06:50 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/154955 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

