PERAN PERPUSTAKAAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA SDN 21 BALAESANG

MANAF DHERMAWAN (2026) PERAN PERPUSTAKAAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA SDN 21 BALAESANG. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Manaf Dhermawan, 2025. “Peran Perpustakaan dalam Meningkatkan Minat
Baca Siswa SDN 21 Balaesang’’. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru
Sekolah Dasar, Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Tadulako. Pembimbing I: Yusdin Bin. M. Gagaramusu, Le., M.Ed.,
Pembimbing II: Khairunnisa, S.Pd., M.Pd.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran program perpustakaan
sekolah dalam meningkatkan minat baca siswa di SDN 21 Balaesang, Kabupaten
Donggala, Sulawesi Tengah. Penelitian ini berfokus pada tiga aspek utama: (1)
pelaksanaan program perpustakaan (jam baca wajib, peminjaman buku, dan
kegiatan literasi kreatif seperti storytelling), (2) tingkat minat baca siswa sebelum
dan setelah mengikuti program, serta (3) tantangan dan hambatan dalam
pelaksanaan program.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif
dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi
partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri
dari siswa kelas IV, V, dan VI, guru, serta pustakawan sekolah. Analisis data
dilakukan secara interaktif melalui tahap pengumpulan data, kondensasi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan model Miles, Huberman,
dan Saldaña. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan triangulasi
metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program perpustakaan sekolah
berperan signifikan dalam memicu minat baca situasional (triggered situational
interest) siswa, terutama melalui kegiatan storytelling. Terjadi peningkatan ratarata durasi membaca dari 20 menit menjadi 40 menit per kunjungan dan
peningkatan frekuensi kunjungan perpustakaan dari 1,8 menjadi 3,2 kali per
minggu. Sebanyak 85% siswa melaporkan peningkatan minat baca yang
signifikan, dan 92% siswa merasakan peningkatan kemampuan pemahaman
bacaan. Namun, program belum optimal dalam mempertahankan minat
berkelanjutan (maintained situational interest) akibat berbagai kendala sistemik,
meliputi: (1) keterbatasan koleksi buku yang kurang variatif dan banyak usang, (2)
minimnya sumber daya manusia terlatih, (3) tidak adanya anggaran khusus untuk
pengembangan perpustakaan, dan (4) rendahnya partisipasi orang tua dalam
mendukung literasi di rumah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perpustakaan
sekolah memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan literasi, namun
perannya belum optimal akibat keterbatasan sumber daya. Implikasi teoretis dari
penelitian ini adalah memberikan bukti empiris terhadap teori Four-Phase Model
of Interest Development dari Hidi & Renninger (2016) dalam konteks sekolah
dasar dengan sumber daya terbatas. Secara praktis, penelitian ini
merekomendasikan penambahan koleksi buku, pelatihan bagi pustakawan dan
guru, integrasi teknologi dalam program perpustakaan, serta penguatan kolaborasi
dengan orang tua untuk menciptakan ekosistem literasi yang berkelanjutan.
Kata Kunci: perpustakaan sekolah, minat baca, program literasi, sekolah dasar,
storytelling, minat situasional

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Guru Sekolah Dasar
L Pendidikan > Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Library of Congress Subject Areas > L Pendidikan > Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Date Deposited: 13 May 2026 06:25
Last Modified: 13 May 2026 06:25
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/155082
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item