TINJAUAN YURIDIS KEABSAHAN AKTA OTENTIK YANG DIBUAT BERBASIS TANDA TANGAN ELEKTRONIK DI INDONESIA

INDAR PARAWANSYAH (2026) TINJAUAN YURIDIS KEABSAHAN AKTA OTENTIK YANG DIBUAT BERBASIS TANDA TANGAN ELEKTRONIK DI INDONESIA. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK
Indar Parawansyah, Stambuk D101 22 678, Tinjauan Yuridis Keabsahan Akta
Otentik yang Dibuat Berbasis Tanda Tangan Elektronik di Indonesia,
Pembimbing I: Nurul Miqat, Pembimbing II: Dewi Kemala Sari.
Kemajuan teknologi informasi mendorong praktik kenotariatan untuk beradaptasi
dengan kemajuan teknologi melalui penggunaan tanda tangan elektronik dalam
akta otentik yang dibuat berbasis tanda tangan elektronik. Namun demikian,
ketentuan hukum kenotariatan yang mensyaratkan kehadiran fisik para pihak di
hadapan notaris menyebabkan keabsahan akta tersebut belum memperoleh
kepastian hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara yuridis
keabsahan akta otentik yang dibuat berbasis tanda tangan elektronik serta
mengkaji bentuk perlindungan hukum bagi para pihak dalam perspektif hukum
positif Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum
normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan
pendekatan konseptual (conceptual approach). Kesimpulan dari penelitian ini
yaitu: (1) akta otentik yang dibuat dengan tanda tangan elektronik tidak memiliki
nilai keabsahan sebagai akta otentik karena tidak memenuhi persyaratan formil
sebagaimana ditentukan dalam Undang-Undang Jabatan Notaris, khususnya
terkait keharusan kehadiran fisik para pihak di hadapan notaris, pembacaan akta
secara langsung, serta penandatanganan secara fisik oleh para pihak, saksi, dan
notaris pada waktu dan tempat yang sama; dan (2) Perlindungan hukum bagi para
pihak tetap diberikan dalam hal terjadi perbuatan melawan hukum yang berkaitan
dengan akta yang ditandatangani secara elektronik. Ketidakabsahan akta tersebut
sebagai akta otentik tidak menghilangkan penerapan sanksi administratif dan
sanksi etik terhadap notaris, pertanggungjawaban perdata berupa ganti rugi yang
mencakup setiap kerugian yang timbul akibat penggunaan akta tersebut, sehingga
kepentingan pihak yang dirugikan tetap memperoleh kepastian hukum.
Kata Kunci: Hukum Kenotariatan, Keabsahan Akta Otentik, Tanda Tangan
Elektronik

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Ilmu Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Library of Congress Subject Areas > Ilmu Hukum
Date Deposited: 18 May 2026 03:12
Last Modified: 18 May 2026 03:12
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/155130
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item