NATASYAH (2026) HUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU DAN POSTUR KERJA TERHADAP KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA DURIAN DI PT. LASTING SAUDARA INDONESIA. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
NATASYAH. Hubungan faktor individu dan postur kerja terhadap keluhan
Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja durian di PT. Lasting Saudara
Indonesia (dibawah bimbingan Muhammad Sabri Syahrir dan Rendhar Putri
Hilintang)
Departemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan gangguan pada sistem otot, sendi,
tendon, dan saraf yang sering terjadi akibat postur kerja tidak ergonomis, gerakan
berulang, serta beban kerja fisik yang tinggi. Data nasional berdasarkan Riset
Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan prevalensi penyakit musculoskeletal
di Indonesia sebesar 7,9%, sementara kejadian Penyakit Akibat Kerja (PAK)
mencapai 123.041 pekerja dan sekitar 32% di antaranya merupakan cedera
musculoskeletal akibat aktivitas kerja. Di tingkat daerah, data Dinas Kesehatan
Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2018 mencatat 41.211 kasus MSDs. Pekerjaan
pengolahan durian di PT. Lasting Saudara Indonesia didominasi aktivitas manual
dengan postur membungkuk, berdiri lama, dan gerakan berulang selama ±8 jam
kerja sehingga berpotensi menimbulkan keluhan MSDs. Dari 158 tenaga kerja,
sebanyak 42 pekerja berada pada bagian pengolahan dengan risiko ergonomi
tertinggi. Data awal menunjukkan 15 pekerja (35,7%) mengalami keluhan MSDs
kategori rendah, 18 pekerja (42,9%) kategori sedang, 5 pekerja (11,9%) kategori
tinggi, dan 4 pekerja (9,5%) kategori sangat tinggi. Penelitian ini menggunakan
metode kuantitatif dengan desain observasional dengan sampel 42 pekerja
menggunakan teknik total sampling. Pengukuran keluhan MSDs menggunakan
Nordic Body Map (NBM) dan penilaian postur kerja menggunakan Rapid Entire
Body Assessment (REBA). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan
signifikan antara postur kerja dengan keluhan MSDs (r = 0,376; p = 0,014),
sedangkan umur, dan IMT tidak menunjukkan hubungan signifikan. Disarankan
perusahaan memperbaiki stasiun kerja dan memberikan pelatihan ergonomi untuk
mengurangi risiko MSDs.
Kata kunci : IMT, Musculoskeletal Disorders (MSDs), Postur Kerja, Umur.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat R Medicine > Kesehatan Masyarakat |
| Divisions: | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat Library of Congress Subject Areas > R Medicine > Kesehatan Masyarakat |
| Date Deposited: | 25 May 2026 00:56 |
| Last Modified: | 25 May 2026 00:56 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/155291 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

