SITI MASITA (2026) KUALITAS SERAT BAMBU AMPEL (Bambusa Vulgaris Schrad. Ex J.C.Wendl) ASAL KECAMATAN LAMPASIO KABUPATEN TOLI-TOLI SULAWESI TENGAH. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Siti Masita,– L 131 22 125, Kualitas Serat Bambu Ampel (Bambusa vulgaris
Schrad. ex J.C.Wendl) Asal Kecamatan Lampasio Kabupaten Toli-Toli
Sulawesi Tengah. Di bombing oleh Ariyanti, Muthmainnah.
Bambu ampel (Bambusa vulgaris Schrad. ex J.C.Wendl) banyak
dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan bangunan, kerajinan, dan peralatan
rumah tangga. Informasi ilmiah mengenai kualitas serat bambu ampel masih
terbatas, khususnya terkait sifat fisik dan anatominya seperti panjang serat,
diameter serat, dan diameter lumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan
nilai parameter kualitas serat bambu Ampel (Bambusa vulgaris Schrad. ex
J.C.Wendl.), meliputi panjang serat, diameter serat, diameter lumen, dan tebal
dinding sel, serta mengkaji variasi kualitas serat berdasarkan posisi aksial batang
yang mencakup pangkal, tengah, dan ujung.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember Tahun 2025.
Pengambilan sampel bambu dilakukan di Kecamatan Lampasio Kabupaten ToliToli, sedangkan analisis kualitas serat dilakukan di Laboratorium Pengolahan Hasil
Hutan dan Laboratorium Terpadu Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel bambu
dipilih secara purposive dari batang bambu berumur sekitar tiga tahun, kemudian
diproses melalui metode maserasi Schultze yang dimodifikasi. Parameter yang
diamati meliputi panjang serat, diameter serat, diameter lumen, dan tebal dinding
serat, yang selanjutnya digunakan untuk menghitung nilai Runkel Ratio, Felting
Power, Flexibility Ratio, Coefficient of Rigidity, dan Muhlsteph Ratio.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bambu Ampel (Bambusa vulgaris
Schrad. ex J.C.Wendl.) memiliki rata-rata panjang serat 1436,44 µm, diameter serat
16,75 µm, diameter lumen 6,72 µm, dan tebal dinding sel 5,49 µm yang
menunjukkan kualitas serat kategori sedang hingga baik. Variasi posisi aksial
batang menunjukkan perbedaan kualitas, dengan panjang serat tertinggi pada
pangkal sebesar 1637,27 µm dan nilai faktor fleksibilitas tertinggi pada bagian
tengah sebesar 99,21 yang mendukung kualitas serat lebih optimal. Akumulasi skor
parameter menunjukkan bagian tengah memperoleh nilai tertinggi dengan skor 250,
sehingga bagian tengah batang tergolong dalam kelas mutu II lebih baik
dibandingkan dengan bagian pangkal dan ujung yang termasuk dalam kelas mutu
III, yang masing-masing memiliki skor 200. Hasil ini menegaskan bahwa posisi
aksial batang berpengaruh terhadap kualitas serat bambu Ampel.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Kehutanan > Kehutanan S Agriculture > Kehutanan |
| Divisions: | Fakultas Kehutanan > Kehutanan Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Kehutanan |
| Date Deposited: | 25 May 2026 07:55 |
| Last Modified: | 25 May 2026 07:55 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/155362 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

