MENELITI KECEMASAN BERBICARA DI KALANGAN MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS SEMESTER ENAM DI UNIVERSITAS TADULAKO

NURUL AIN (2026) MENELITI KECEMASAN BERBICARA DI KALANGAN MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS SEMESTER ENAM DI UNIVERSITAS TADULAKO. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Nurul Ain, 2026. “EXPLORING SPEAKING ANXIETY AMONG SIXTH SEMESTER ENGLISH EDUCATION STUDENTS AT TADULAKO UNIVERSITY”. Skripsi. English Education Study Program, Language and Art Education Department, Teacher Training and Education Faculty, under the supervision of Dr. Darmawan, S.Pd., M.Phil and Maf’ulah, S. Pd., M. Pd.
This study examines speech anxiety among sixth-semester English Education students at Tadulako University, highlighting the ongoing challenges that hinder students' ability to communicate confidently despite having taken various speaking courses. This study aims to identify the main factors contributing to speaking anxiety and analyze the coping strategies used by students to overcome these psychological barriers in the classroom context. Using a mixed-methods design combining qualitative and quantitative methods sequentially, this study first collected quantitative data through a questionnaire distributed to sixth-semester students to measure anxiety levels and identify contributing factors, followed by semi-structured interviews with selected participants to gain deeper insights into their personal experiences and management strategies. Findings indicate that speaking anxiety primarily stems from two interrelated domains: psychological factors, including fear of negative evaluation, lack of confidence, and perfectionism; and linguistic factors, such as limited vocabulary, grammatical uncertainty, and pronunciation difficulties. Students reported using various coping mechanisms, ranging from thorough preparation and collaboration with peers to relaxation techniques and talking. This study emphasizes that speaking anxiety is not merely temporary nervousness, but rather a complex phenomenon that affects student participation in class, learning motivation, and their perception of themselves as future English language educators. This highlights the need for a more supportive learning environment and targeted interventions to address the emotional and linguistic dimensions of this challenge.

ABSTRAK
Nurul Ain, 2026. “MENELITI KECEMASAN BERBICARA DI ANTARA MAHASISWA SEMESTER ENAM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS DI UNIVERSITAS TADULAKO”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Departemen Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Pendidikan dan Pelatihan Guru, di bawah bimbingan Dr. Darmawan, S.Pd., M.Phil dan Maf’ulah, S.Pd., M.Pd.
Penelitian ini mengkaji kecemasan berbicara di kalangan mahasiswa program Pendidikan Bahasa Inggris semester keenam di Universitas Tadulako, dengan menyoroti tantangan yang terus berlanjut yang menghambat kemampuan mahasiswa untuk berkomunikasi dengan percaya diri meskipun telah mengikuti berbagai kursus berbicara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor utama yang berkontribusi terhadap kecemasan berbicara dan menganalisis strategi penanggulangan yang digunakan oleh mahasiswa untuk mengatasi hambatan psikologis tersebut dalam konteks kelas. Menggunakan desain campuran yang menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif secara berurutan, penelitian ini pertama-tama mengumpulkan data kuantitatif melalui kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa semester keenam untuk mengukur tingkat kecemasan dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi, diikuti dengan wawancara semi-terstruktur dengan peserta terpilih untuk mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang pengalaman pribadi mereka dan strategi pengelolaan yang digunakan. Temuan menunjukkan bahwa kecemasan berbicara terutama berasal dari dua domain yang saling terkait: faktor psikologis, termasuk rasa takut akan penilaian negatif, kurangnya kepercayaan diri, dan perfeksionisme; serta faktor linguistik, seperti kosakata yang terbatas, ketidakpastian tata bahasa, dan kesulitan pengucapan. Mahasiswa melaporkan menggunakan berbagai mekanisme koping, mulai dari persiapan yang matang dan kolaborasi dengan teman sebaya hingga teknik relaksasi dan berbicara. Studi ini menekankan bahwa kecemasan berbicara bukanlah sekadar kegugupan sementara, melainkan fenomena kompleks yang memengaruhi partisipasi mahasiswa dalam kelas, motivasi belajar, dan persepsi mereka tentang diri mereka sendiri sebagai calon pendidik bahasa Inggris di masa depan. Hal ini menyoroti kebutuhan akan lingkungan belajar yang lebih mendukung dan intervensi yang ditargetkan untuk mengatasi dimensi emosional dan linguistik dari tantangan ini.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa Inggris
L Pendidikan > Pendidikan Bahasa Inggris
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa Inggris
Library of Congress Subject Areas > L Pendidikan > Pendidikan Bahasa Inggris
Date Deposited: 26 May 2026 04:01
Last Modified: 26 May 2026 04:01
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/155382
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item