DINAMIKA KEDALAMAN KEMISKINAN DI SULAWESI: BUKTI EMPIRIS RUMAH TANGGA MISKIN BERDASARKAN DATA SUSENAS

SANTI YUNUS (2026) DINAMIKA KEDALAMAN KEMISKINAN DI SULAWESI: BUKTI EMPIRIS RUMAH TANGGA MISKIN BERDASARKAN DATA SUSENAS. Doktoral thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kemiskinan menjadi masalah utama di negara berkembang termasuk Indonesia, kemiskinan belum bisa teratasi dengan tuntas. Pertumbuhan ekonomi yang meningkat dapat menurunkan kemiskinan, namun tidak menghilangkan kemiskinan. Persentase kemiskinan dan kedalaman kemiskinan di Sulawesi relatif lebih tinggi dibandingkan di Indonesia. Penelitian ini bersandar pada raw data SUSENAS yang berjumlah 47.478 rumah tangga di Sulawesi, sebanyak 9,14 persen atau 4.338 rumah tangga tergolong miskin dan 9.469 rumah tangga rentan miskin. Data BPS mencatat sebanyak tiga belas jenis makanan yang banyak dikonsumsi rumah tangga miskin, dan penelitian ini memilih lima jenis makanan yang dominan, yaitu beras, ikan, telur, gula pasir, dan cabe rawit. Penelitian ini fokus pada rumah tangga miskin yang mengonsumsi lima jenis makanan dominan, sehingga terpilih 2.906 atau 66,96 persen rumah tangga miskin di Sulawesi selama periode observasi. Tujuan penelitian pertama dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif, tujuan kedua dianalisis menggunakan regresi logistic untuk mengetahui probabilitas rumah tangga miskin dan rumah tangga rentan miskin, dan tujuan ketiga dianalisis menggunakan regresi Ordinary Least Square (OLS) untuk mengetahui pengaruh karakteristik rumah tangga miskin terhadap kedalaman kemiskinan di Sulawesi. Kebaruan dalam penelitian ini adalah penetapan rumah tangga miskin dengan pola konsumsi makanan dominan sebagai objek observasi. Identifikasi rumah tangga tersebut dilakukan melalui beberapa tahapan analisis, termasuk regresi logistik. Hasil penelitian bahwa garis kemiskinan di Sulawesi meningkat terus menerus dari Tahun 2019–2025, Sulawesi Tengah memiliki garis kemiskinan tertinggi, dan Sulawesi Barat yang terendah. Kedalaman kemiskinan wilayah perdesaan lebih tinggi dari wilayah perkotaan di Sulawesi. Pola konsumsi rumah tangga miskin, yaitu persentase pengeluaran makanan lebih besar dari bukan makanan, Hukum Engel (Engel’s Law) bahwa rumah tangga ekonomi lemah cenderung mengalokasikan sebagian besar pendapatannya untuk makanan. Regresi logistik overall percentage sebesar 83,9 persen, artinya model mampu mengklasifikasikan status rumah tangga miskin dengan benar, berdasarkan karakteristik rumah tangga miskin diantaranya konsumsi makanan dominan. Rumah tangga yang menjadi observasi sebanyak 2.906 (66,98 persen) dari total 4.338 rumah tangga miskin dan teridentifikasi mengonsumsi pengeluaran makanan dominan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kedalaman kemiskinan di Sulawesi di antaranya; Jumlah Anggota Keluarga (JAK), lapangan usaha pertanian, dan pendidikan rendah, semua variabel berpengaruh searah dan signifikan terhadap kedalaman kemiskinan. Pengeluaran makanan dominan berpengaruh searah terhadap kedalaman kemiskinan dan signifikan (alfa 0.10), dan untuk mengurangi kedalaman kemiskinan, maka rumah tangga miskin membutuhkan dana stimulus untuk membantu pemenuhan kebutuhan makanan dominan, diketahui pengeluaran rumah tangga miskin sebesar Rp420.125 dengan rata-rata garis kemiskinan Rp490.236, sehingga dana stimulus atau subsidi yang dibutuhkan sebesar Rp70.111 per kapita. Pemerintah telah berupaya untuk mengurangi kedalaman kemiskinan di Sulawesi, diantaranya memberikan bantuan melalui program BLT, PKH, PIP dan lainnya, stabilisasi harga pangan dan peningkatan produksi lokal, karena rumah tangga miskin sangat sensitif terhadap kenaikan harga komoditas makanan utama. Penelitian ini juga memperlihatkan bahwa Hukum Engel masih berlaku pada rumah tangga miskin di Sulawesi, di mana proporsi pengeluaran makanan lebih dominan dibandingkan pengeluaran bukan makanan. Rumah tangga miskin membutuhkan subsidi dan bantuan untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Selain itu, efektivitas program bantuan sosial bergantung pada pengelolaan bantuan yang efektif dan tepat sasaran, data rumah tangga miskin perlu diperbaharui untuk mendapatkan rumah tangga miskin memenuhi kriteria. iii Kata kunci: Pengeluaran makanan dominan, Kesenjangan kemiskinan, Garis kemiskinan.

Item Type: Thesis (Doktoral)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Pascasarjana > Doktoral Ilmu Ekonomi
Divisions: Pascasarjana > Doktoral Ilmu Ekonomi
Date Deposited: 02 Jun 2026 04:22
Last Modified: 02 Jun 2026 04:22
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/155412
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item