DEWI SAFITRI (2026) Pengaruh Perendaman Kembang Telang (Clitoria Ternatea) Pada Tingkat Konsentrasi Asam Sulfat Yang Berbeda Terhadap Persentase Perkecambahan, Kecepatan Berkecambah Dan Panjang Hipokotil. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Dewi Safitri (O 121 22 129) Pengaruh Perendaman Kembang Telang (Clitoria
ternatea) pada Tingkat Konsentrasi Asam Sulfat yang Berbeda Terhadap
Persentase Perkecambahan, Kecepatan Bekecambah, dan Panjang Hipokotil
(dibimbing oleh Syahrir dan I Wayan Sulendre)
Ketersediaan hijauan pakan yang berkelanjutan menjadi faktor penting
dalam mendukung keberhasilan usaha peternakan ruminansia. Kembang telang
(Clitoria ternatea) merupakan leguminosa potensial sebagai pakan alternatif
karena memiliki kandungan protein tinggi, adaptasi lingkungan yang baik, serta
mampu melakukan fiksasi nitrogen. Namun, pengembangannya masih terkendala
oleh rendahnya daya kecambah benih akibat dormansi fisik yang disebabkan oleh
kulit biji yang keras. Salah satu upaya untuk mengatasi dormansi tersebut adalah
melalui skarifikasi kimia menggunakan asam sulfat (H? SO? ) yang berfungsi
melunakkan kulit biji sehingga mempermudah masuknya air dan oksigen ke
dalam embrio. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman
benih kembang telang (Clitoria ternatea) pada berbagai konsentrasi asam sulfat
terhadap daya kecambah benih, yang meliputi persentase perkecambahan,
kecepatan berkecambah, dan panjang hipokotil. Penelitian ini telah dilaksanakan
di Laboratorium Nutrisi Pakan Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas
Tadulako pada tanggal 15 September – 15 Oktober 2025. Penelitian
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan
konsentrasi asam sulfat (H? SO? ) yaitu 15%, 30%, dan 45?ngan lama
perendaman 15 menit serta lima ulangan. Benih kembang telang (Clitoria
ternatea) yang digunakan berjumlah 375 biji. Variabel yang diamati meliputi
persentase perkecambahan, kecepatan berkecambah, dan panjang hipokotil. Data
dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji
Beda Nyata Terkecil (BNT) ada pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa perendaman larutan asam sulfat dengan konsentrasi yang berbeda
memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap kecepatan
berkecambah dan persentase perkecambahan benih Clitoria ternatea, namun
berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap rata-rata panjang hipokotil. Perlakuan asam
sulfat 15%, 30?n 45% pada benih Clitoria ternatea menghasilkan persentase
perkecambahan sebesar 29,00–31,20%, dengan kecepatan berkecambah rata-rata
berkisar antara 4,81–5,46% per hari. Panjang hipokotil yang dihasilkan berada
pada kisaran 5,18–7,94 cm pada seluruh perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa
penambahan larutan asam sulfat 45% pada proses perendaman benih Clitoria
ternatea memberikan hasil terbaik terhadap panjang hipokotil.
Kata Kunci : Asam Sulfat, Clitoria ternatea, Perkecambahan, Skarifikasi.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Peternakan dan Perikanan > Peternakan S Agriculture > Peternakan |
| Divisions: | Fakultas Peternakan dan Perikanan > Peternakan Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Peternakan |
| Date Deposited: | 02 Jun 2026 05:43 |
| Last Modified: | 02 Jun 2026 05:43 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/155418 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

