-, NURRUL INKANNA RISQI (2026) EVALUASI KUALITAS UDARA PARTIKULAT MATTER (PM 2,5 DAN PM 10) PADA PUSKESMAS PEMBANTU WATUSAMPU DI KОTА PALU. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
F13121059.pdf
Restricted to Registered users only until 30 June 2030.
Download (8MB)
Abstract
ABSTRAK
Pencamaran udara akibat aktivitas pertambangan galian C batuan sirtu di Kelurahan
Watusampu, Kota Palu, meningkatkan konsentrasi PM 2,5 dan PM 10 di sekitar Puskesmas
Pembantu Watusampu, berpotensi menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada
masyarakat dan tenaga medis. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengukur konsentrasi PM 2,5 dan
PM 10 serta membandingkannya dengan baku mutu udara ambien, (2) menganalisis sebaran
partikulat berdasarkan arah angin dan pola spasial, serta (3) mengevaluasi dampak kesehatan
terhadap masyarakat dan tenaga medis.
Penelitian deskriptif kuantitatif dilakukan pada 25-29 agustus 2025 di empat titik pengukuran
(dalam dan luar ruangan) menggunakan particle counter HIT-HT-9600 dan anemometer dengan
metode purposive sampling. Analisis data meliputi konversi 24 jam, windrose (WRPLOT),
pemetaan spasial (ArcGIS), survei kuesioner skala likert (30 responden dan 10 tenaga medis), serta
uji statistik non-parametrik Shapiro-Wilk dan Kruskal Wallis serta Mann-Whitney menggunakan
SPSS
Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi PM 2,5 rata-rata tertinggi mencapai 794,18 μg/m³
(Titik 4, Senin) melebihi baku mutu 55 μg/m³ (PP No. 22 Tahun 2021), sedangkan PM 10 hingga
94,74 μg/m³ kadang melebihi 75 μg/m³. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan signifikan
antar titik (P=0,000) dengan sebaran tertinggi dari arah utara-timur laut. Survei mengungkap 70%
responden sering dan selalu terpapar debu tambang, jarang 17% dan Netral 13% terpapar debu
tambang, 67% mengalami gejala ISPA dan 33% mengalami tidak mengalami dan merasakan gejala
ISPA, dan 80% melaporkan memburuknya kondisi saat angin kencang, sedangkan 20% lainnya
melaporkan tidak merasakan perubahan yang jelas meskipun debu tambang terlihat lebih pekat.
Hasil ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara kualitas udara di sekitar wilayah tambang
dengan keluhan kesehatan pernapasan masyarakat, terutama pada saat kondisi angin membawa debu
ke permukiman. Dengan demikian, paparan debu tambang berpotensi menjadi faktor risiko utama
terjadinya gejala ISPA pada populasi yang tinggal di sekitar area penambangan.
Disimpulkan bahwa kualitas udara ambien di sekitar Puskesmas Pembantu Watusampu tidak
memenuhi baku mutu akibat aktivitas pertambangan dan berkontribusi terhadap peningkatan risiko
ISPA. Rekomendasi meliputi penyiraman rutin jalur angkut, penanaman vegetasi penahan debu,
pemasangan filter udara di Puskesmas, dan pemantauan berkala kualitas udara.
Kata kunci: kualitas udara ambien, PM 2,5 dan PM 10, pertambangan galian C, ISPA,
Puskesmas Watusampu, Analisis Spasial GIS
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Teknik > Teknik Lingkungan T Technology > Teknik Lingkungan |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Lingkungan Library of Congress Subject Areas > T Technology > Teknik Lingkungan |
| Depositing User: | Bayu Anggara Permana |
| Date Deposited: | 08 Jun 2026 05:53 |
| Last Modified: | 08 Jun 2026 05:53 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/155547 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

