HIDAYAD (2026) PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN SINGKONG (Manihot Esculenta Crantz) TAHAN PENYAKIT DENGAN PUPUK ORGANIK DAN MIKORIZA ARBUSKULAR PADA LAHAN KERING. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Singkong dapat menjadi pengganti makanan pokok karena mengandung
energi (karbohidrat) yang lebih tinggi dibanding dengan beras, jagung, ubi jalar,
dan sorgum sehingga dapat mendukung ketahanan pangan lokal. Namun,
produktivitas singkong di lahan kering masih rendah akibat keterbatasan air,
rendahnya kesuburan tanah, dan serangan penyakit, khususnya hawar daun
bakteri. Oleh karena itu, diperlukan teknologi budidaya yang ramah lingkungan
untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman singkong yakni dengan
pengunaan pupuk organik dan mikoriza arbuskular. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh kombinasi perlakuan pupuk organik dan mikoriza
arbuskular terhadap pertumbuhan, ketahanan penyakit, dan produksi tanaman
singkong (Manihot esculenta Crantz) pada lahan kering.Penelitian dilaksanakan
pada Februari–September 2025 di Desa Sidera, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK)
nonfaktorial dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol
(P0), pupuk organik 2kg/tanaman (P1), mikoriza arbuskular 20g/tanaman (P2),
pupuk organik 1kg/tanaman + mikoriza arbuskular 10g/tanaman (P3), dan pupuk
organik 1,5kg/tanaman + mikoriza arbuskular 5g/tanaman (P4). Parameter yang
diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, kejadian penyakit,
serta hasil tanaman berupa jumlah umbi, berat umbi, dan diameter umbi. Data
dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda
Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi
pupuk organik dan mikoriza arbuskular berpengaruh nyata hingga sangat terhadap
pertumbuhan dan hasil tanaman singkong. Perlakuan (P4) pupuk organik
1,5kg/tanaman + mikoriza arbuskular 5g/tanaman memberikan hasil terbaik pada
parameter pertumbuhan vegetatif, yaitu tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter
batang. Sementara itu, perlakuan (P2) mikoriza arbuskular 20g/tanaman dan (P3)
pupuk organik 1kg/tanaman + mikoriza arbuskular 10g/tanaman berpengaruh
namun tidak berpengaruh sangat nyata antar perlakuan menghasilkan jumlah
umbi, berat umbi, dan diameter umbi tertinggi. Sedangkan untuk kejadian penyakit
selama proses pengamatan penelitian kejadian penyakit =0%. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa penggunaan kombinasi pupuk organik dan mikoriza arbuskular
mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman singkong pada lahan
kering. Kombinasi pupuk organik dan mikoriza mendukung pertumbuhan vegetatif
tanaman dan produksi umbi singkong. Teknologi ini berpotensi diterapkan sebagai
alternatif budidaya singkong yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Pertanian > Agroteknologi S Agriculture > Agroteknologi |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Agroteknologi Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Agroteknologi |
| Date Deposited: | 08 Jun 2026 06:17 |
| Last Modified: | 08 Jun 2026 06:17 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/155556 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

