ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH TERHADAP PELANGGARAN HAM PADA NOVEL LAUT BERCERITA KARYA LEILA S. CHUDORI

-, MUSADIQ (2026) ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH TERHADAP PELANGGARAN HAM PADA NOVEL LAUT BERCERITA KARYA LEILA S. CHUDORI. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Musadiq, 2026. “Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough terhadap Pelanggaran
HAM pada Novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori”. Skripsi. Program Studi
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Tadulako, Pembimbing
(1) Dr. H. Gazali, M.Pd (2) Ade Nurul Izzati, S.Pd., M.Pd.
Penelitian ini diarahkan untuk menganalisis bagaimana pelanggaran Hak Asasi
Manusia (HAM) direpresentasikan dalam novel Laut Bercerita karya Leila S.
Chudori dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model
Norman Fairclough, khususnya pada dimensi teks leksikal. Metode yang diterapkan
adalah deskriptif kualitatif. Data primer bersumber dari teks novel Laut Bercerita,
sementara data sekunder diperoleh melalui telaah buku, jurnal, dan artikel ilmiah
yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka serta teknik simak
dan catat dengan cara memilih bagian-bagian narasi dan dialog yang mencerminkan
bentuk-bentuk pelanggaran HAM. Proses analisis data dilakukan dengan menelaah
serta menginterpretasikan pilihan kata yang merepresentasikan kekerasan,
diskriminasi, pembatasan kebebasan, dan penghilangan hak-hak sipil.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemilihan leksikal dalam novel secara
berulang menampilkan representasi pelanggaran HAM melalui kata-kata yang
mengandung makna kekerasan fisik, kekerasan simbolik, pelabelan ideologis, serta
ketimpangan relasi kuasa antara negara dan masyarakat. Istilah-istilah seperti
penangkapan, tahanan politik, buku terlarang, serta berbagai verba yang mengacu
pada tindakan kekerasan tidak hanya berfungsi sebagai deskripsi peristiwa, tetapi
juga menjadi medium kritik terhadap praktik kekuasaan yang bersifat represif.
Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa bahasa yang digunakan dalam
novel Laut Bercerita tidaklah netral, melainkan berperan sebagai instrumen
ideologis untuk mengungkap sekaligus mengkritik pelanggaran HAM dalam
konteks sejarah Indonesia.
Kata Kunci: analisis wacana kritis, Norman Fairclough, pelanggaran HAM,
leksikal, Laut Bercerita

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
L Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Library of Congress Subject Areas > L Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: Megawati -
Date Deposited: 15 Jun 2026 07:31
Last Modified: 15 Jun 2026 07:31
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/155669
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item