-, ASRIN (2026) PERTUMBUHAN LIMA GENOTIPE KELOR (Moringa oleifera L.) DI KECAMATAN KULAWI. Sarjana thesis, UNIVERSITAS TADULAKO.
Full text not available from this repository.Abstract
Asrin (E281 21 292) Pertumbuhan Lima Genotipe Kelor (Moringa
oleifera L.) di Kecamatan Kulawi (dibimbing oleh Enny Adelina dan
Marhani, 2026).
Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang telah
dimanfaatkan sejak dahulu, dan salah satu tanaman yang mudah
dibudidayakan adalah kelor (Moringa oleifera L.). Kelor tumbuh subur di
berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Riau dan Sumatera Barat hingga Nusa
Tenggara Barat dan Timur, menunjukkan besarnya potensi
pengembangannya di tanah air, Dijuluki sebagai "pohon ajaib" the Miracle
Plant, kelor memiliki manfaat luar biasa. Daunnya mengandung vitamin,
mineral, dan antioksidan tinggi, menjadikannya sumber gizi yang sangat
berharga. Tak hanya sebagai bahan pangan, kelor juga banyak digunakan
dalam pengobatan herbal untuk membantu penyembuhan berbagai penyakit.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kekuatan tumbuh lima genotipe
kelor yang ditanam di kecamatan kulawi. Terdapat salah satu atau lebih
genotipe kelor yang memiliki kekuatan tumbuh yang baik di Desa Bolapapu,
Kecamatan Kulawi. Penelitiaan ini telah dilaksanakan dilahan pertanaman
kelor di Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi (titik koordinat, 01O26’26.42 LS”
119O58’49.00 BT”) Kabupaten Sigi. Waktu penelitian dari bulan September
sampai November 2024. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan
acak kelompok (RAK) satu faktor, yaitu genotipe kelor terdiri: Tondo 19,
Balaroa 05, Palolo 24, Kulawi 02, dan Kulawi 10. Perlakuan diulang sebanyak
lima kali sehingga diperoleh 25 unit percobaan, masing-masing unit
percobaan terdiri dari tiga sampel sehingga total bahan stek yang digunakan
yaitu 75 stek kelor. Hasil yang didapatkan dari penelitian yaitu Berdasarkan
hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan maka dapat disimpulkan bahwa,
genotipe Tondo 19 memberikan vigor yang kuat atau daya adaptasi yang
tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh waktu muncul tunas yang tercepat, yaitu
14,13 HST, dengan diameter tunas 0.34 cm, panjang tunas 42.24 cm, dan
jumlah tunas yang paling banyak yakni 7.53 tunas, dibandingkan dengan
genotipe Kulawi 02, Kulawi 10, Palolo 24 dan Balaroa 05. Genotipe Kulawi 02
menunjukkan hasil fotosintesis yang paling tinggi atau menghasilkan
biomassa terbanyak. Hal ini ditunjukkan dengan bobot basah 2.59 g, bobot
kering 0.77 g dan jumlah daun yang terbanyak 4.008 helai.
Kata Kunci: genetik, genotipe, kelor, pertumbuhan, produktivitas.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Pertanian > Agroteknologi S Agriculture > Agroteknologi |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Agroteknologi Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Agroteknologi |
| Depositing User: | Ika Selfia |
| Date Deposited: | 18 Jun 2026 01:19 |
| Last Modified: | 18 Jun 2026 01:19 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/155737 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

