MAWAR DEBORA NESI (2026) Perubahan Fungsi Lahan Pertanian Dan Strategi Adaptasi Lingkungan Masyarakat Petani Akibat Pembangunan PLTA Poso. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
ABSTRAK Mawar Debora Nesi B 301 22 002 “Perubahan Fungsi Lahan Pertanian dan Strategi Adaptasi Lingkungan Masyarakat Petani akibat Pembangunan PLTA Poso” Dibimbing oleh bapak M. Junaidi sebagai pembimbing utama dan bapak Rahmat Hidayat sebagai pembimbing pendamping Pembangunan PLTA Poso sebagai bagian dari upaya penyediaan energi nasional telah menimbulkan dampak sosial, ekonomi, dan ekologis bagi masyarakat lokal, khususnya di Desa Panjo, Perubahan sistem hidrologi danau Poso Pasca pengoperasian PLTA Poso II terutama setelah dilakukan uji coba buka tutup pintu air bendungan sejak tahun 2020 menyebabkan sebagian lahan pertanian masyarakat mengalami genangan sehingga tidak lagi dapat dimanfaatkan secara produktif (Walhi, 2022). Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada penurunan hasil pertanian, tetapi juga memengaruhi sistem penghidupan serta praktik sosial budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan fungsi lahan pertanian masyarakat Desa Panjo akibat pembangunan PLTA Poso serta mengkaji strategi adaptasi ekonomi yang dilakukan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif antropologi ekologi. Lokasi penelitian dilaksanakan di Desa Panjo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Informan penelitian dipilih secara purposive dari masyarakat yang terdampak langsung, meliputi petani, kelompok tani, aparat desa, dan tokoh adat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan fungsi lahan pertanian masyarakat Desa Panjo terjadi akibat perubahan sistem hidrologi Danau Poso pasca pembangunan PLTA Poso II. Kenaikan muka air danau menyebabkan sebagian sawah mengalami genangan permanen, kejenuhan tanah, pertumbuhan vegetasi liar, serta penurunan kualitas hasil pertanian. Kondisi tersebut menyebabkan lahan pertanian tidak lagi mampu menjalankan fungsi produksinya secara optimal. Selain berdampak pada sektor pertanian, perubahan fungsi lahan juga menyebabkan berkurangnya fungsi sosial dan budaya kawasan pinggiran danau, termasuk aktivitas mosango sebagai tradisi menangkap ikan secara tradisional. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa masyarakat Desa Panjo melakukan berbagai bentuk adaptasi sosial ekonomi untuk mempertahankan penghidupan. Bentuk adaptasi tersebut meliputi pemanfaatan area genangan sebagai lokasi penangkapan ikan menggunakan ram/jaring dan pancing, diversifikasi pekerjaan di luar sektor pertanian, serta penyesuaian strategi ekonomi rumah tangga. Berbagai bentuk adaptasi tersebut menunjukkan upaya masyarakat dalam menghadapi perubahan lingkungan melalui strategi penghidupan baru. Dalam perspektif antropologi ekologi, perubahan fungsi lahan pertanian di Desa Panjo memperlihatkan adanya hubungan antara perubahan lingkungan dengan perubahan kehidupan sosial masyarakat. Pembangunan PLTA Poso II tidak hanya memengaruhi kondisi ekologis kawasan Danau Poso, tetapi juga memengaruhi sistem penghidupan, hubungan sosial, dan aktivitas budaya masyarakat Desa Panjo. Kata Kunci: perubahan fungsi lahan, adaptasi sosial ekonomi, antropologi ekologi, PLTA Poso, Desa Panjo.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi H Ilmu Sosial > Antropologi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi Library of Congress Subject Areas > H Ilmu Sosial > Antropologi |
| Date Deposited: | 22 Jun 2026 05:39 |
| Last Modified: | 22 Jun 2026 05:39 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/155822 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

