INTERVENSI TERAPI INHALASI DAUN MINT UNTUK MENGATASI BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF PADA PASIEN LANSIA TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MARAWOLA

FITRI RAMADANI (2026) INTERVENSI TERAPI INHALASI DAUN MINT UNTUK MENGATASI BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF PADA PASIEN LANSIA TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MARAWOLA. Diploma thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Intervensi Terapi Inhalasi Daun Mint Untuk Mengatasi Bersihan Jalan Napas
Tidak Efektif Pada Pasien Lansia Tuberkulosis Di Wilayah Kerja Puskesmas
Marawola
Fitri Ramadani
Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Dr. Ns. Andi Saifah, M.Kep.,Sp.Kep.Kom.
Abstrak
Tuberkulosi (TBC) merupakan penyakit menular, Salah satu masalah yang sering muncul pada
pasien TBC adalah bersihan jalan napas tidak efektif, khususnya pada kelompok lansia. terapi
inhalasi daun mint yang mengandung menthol, diyakini dapat membantu melegakan saluran
napas, mengurangi sesak, mempermudah pengeluaran dahak dan dapat diajarkan kepada
keluarga. Tujuan penelitian ini Untuk mengeksplorasi Intervensi Terapi Inhalasi Daun Mint
Untuk Mengatasi Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Pada Pasien Lansia Tuberkulosis Di
Wilayah Kerja Puskesmas Marawola. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif
dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien lansia (?60) penderita TBC tanpa komplikasi
lain. Intervensi berupa terapi inhalasi daun mint dilakukan selama 3 hari, 1 kali sehari selama
10 menit, terapi inhalasi daun mint dirancang agar dapat dilakukan secara mandiri oleh
keluarga. Hasil penelitian Setelah pemberian terapi inhalasi daun mint, kedua klien (Ny.D dan
Tn.H) menunjukkan peningkatan batuk efektif, penurunan produksi sputum, berkurangnya
sesak napas, serta perbaikan pola napas menjadi normal. Frekuensi napas membaik (16-20
kali/menit) dan berkurangnya suara napas tambahan (Ronkhi). Rekomendasi penelitian ini
adalah terapi inhalasi daun mint dapat direkomendasikan sebagai terapi non-farmakologis
dalam penanganan bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien tuberkulosis lansia. Bagi
peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini dan melibatkan jumlah
responden yang lebih banyakdan beragam.
Kata kunci : Tuberculosis, Lansia, Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif, terapi inhalasi daun
mint.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Kedokteran > D3 Ilmu Keperawatan
R Medicine > D3 Ilmu Keperawatan
Divisions: Fakultas Kedokteran > D3 Ilmu Keperawatan
Library of Congress Subject Areas > R Medicine > D3 Ilmu Keperawatan
Date Deposited: 22 Jun 2026 06:26
Last Modified: 22 Jun 2026 06:26
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/155829
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item