Collaborative Governance Dalam Penanganan Stunting Di Kel. Pantoloan Kec. Tawaeli Kota Palu

ZAHWA NURHALISHA (2026) Collaborative Governance Dalam Penanganan Stunting Di Kel. Pantoloan Kec. Tawaeli Kota Palu. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Zahwa Nurhalisha, Nomor Stambuk B40122138, judul‘‘COLLABOR ATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGANAN STUNTING DI KEL. PANTOLOAN KEC. TAWAELI KOTA PALU‘‘Dibawah Bimbingan Bapak Isbon Pageno sebagai pembimbing I dan Bapak Yunus, selaku Pembimbing II. Penanganan stunting tidak hanya melibatkan sektor kesehatan, tetapi membutuhkan kerja sama berbagai pihak melalui pendekatan collaborative governance. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi collaborative governance serta peran dan mekanisme koordinasi antar stakeholder dalam penanganan stunting di Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari Dinas Kesehatan Kota Palu, Puskesmas Pantoloan, pemerintah kelurahan, kader posyandu, pihak alfamidi, serta masyarakat. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi collaborative governance dalam penanganan stunting di Kelurahan Pantoloan telah melibatkan beberapa stakeholder utama, yaitu Dinas Kesehatan Kota Palu, Puskesmas Pantoloan, pemerintah kelurahan, kader posyandu,pihak alfamidi, serta masyarakat. Mekanisme koordinasi antar stakeholder dilakukan melalui kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat seperti posyandu, pemantauan pertumbuhan balita, penyuluhan kesehatan, serta sosialisasi mengenai pemenuhan gizi bagi anak. Meskipun demikian, pelaksanaan collaborative governance tersebut belum berjalan secara optimal karena keterlibatan stakeholder masih didominasi oleh sektor kesehatan dan koordinasi lintas sektor belum sepenuhnya terintegrasi. Faktor pendukung dalam pelaksanaan program penanganan stunting antara lain adanya komitmen tenaga kesehatan dan kader posyandu, dukungan pemerintah kelurahan, serta partisipasi masyarakat dalam kegiatan kesehatan. Sementara itu, faktor penghambat meliputi belum optimalnya koordinasi antar stakeholder, keterbatasan keterlibatan pihak non-pemerintah, kondisi sosial ekonomi masyarakat, serta rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi bagi anak. Dengan demikian, penguatan koordinasi lintas sektor serta peningkatan partisipasi berbagai stakeholder diperlukan untuk meningkatkan efektivitas penanganan stunting di Kelurahan Pantoloan. Kata Kunci: Collaborative Governance, Stunting, Kesehatan Masyarakat.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Pemerintahan
J Ilmu Politik > Ilmu Pemerintahan
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Pemerintahan
Library of Congress Subject Areas > J Ilmu Politik > Ilmu Pemerintahan
Date Deposited: 24 Jun 2026 04:26
Last Modified: 24 Jun 2026 04:26
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/155873
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item