STRATEGI PENGEMBANGAN BUDIDAYA LEBAH MADU KELOMPOK TANI HUTAN DI DESA AUNG KECAMATAN GALANG KABUPATEN TOLITOLI

RIKA ADE ARYUNI (2026) STRATEGI PENGEMBANGAN BUDIDAYA LEBAH MADU KELOMPOK TANI HUTAN DI DESA AUNG KECAMATAN GALANG KABUPATEN TOLITOLI. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN
RIKA ADE ARYUNI – L13119048, Strategi Pengembangan Budidaya Lebah
Madu Kelompok Tani Hutan Di Desa Aung Kecamatan Galang Kabupaten
Tolitoli. di Bimbing oleh Arief Sudhartono dan Abdul Rosyid
Pengembangan Budidaya lebah madu yang dilakukan oleh masyarakat Desa
Aung Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli. Para petani ternak lebah madu tersebut
menjadikan ternak lebah madu sebagai usaha sampingan. Usaha ternak lebah madu ini
memerlukan keterampilan khusus. Dalam rangka meningkatkan pendapatan dan
kesejahtraan petani sangat diperlukan adanya fasilitas, program pembinaan kerja sama
yang dapat membantu calon petani maupun petani lebah madu dalam mengembangkan
usahanya. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah Mengidentifikasi
faktor-faktor pendukung dan penghambat Budidaya Lebah Madu Kelompok Tani
Hutan Desa Aung Kecamatan Galang kabupaten Tolitoli dan Menyusun Strategi
Pengembangan Budiaya Lebah Madu Kelompok Tani Hutan di Desa Aung Kecamatan
Galang Kabupaten Tolitol.
Penelitian ini menggunakan metode observasi (pengamatan langsung
dilapangan. Dalam pengambilan data penelitian berpedoman pada (Arikunto 2006).
Jumlah total responden 20 orang, untuk memperdalam informasi dilakukan
wawancara dengan informasi kunci (Key informan), yaitu kepala desa (1) orang, tokoh
masyarakat/tokoh pemuda. Analisis data yang digunakan yaitu analis SWOT
(Strength, Weakness, Opportunity, and Treat).
Hasil penelitian Pada IFAS, faktor internal diklasifikasikan menjadi kekuatan
dan kelemahan. Kekuatan utama adalah sumber daya manusia yang pernah mengikuti
pelatihan dengan bobot 0,25 dan rating 5 menghasilkan nilai tertinggi 1,4, sedangkan
kelemahan meliputi kurangnya pemahaman terkait budidaya lebah madu, pemasaran
yang sederhana, teknologi produksi tradisional, dan terbatasnya permodalan dengan
total bobot 0,34 dan nilai kumulatif 1,03, sehingga jumlah total bobot internal
mencapai 1,01 dengan nilai akhir bobot x rating 3,20. Sementara pada EFAS, faktor
eksternal dibagi menjadi peluang dan ancaman; peluang termasuk kepercayaan
konsumen, peningkatan permintaan pasar, dukungan pemerintah daerah,
pertumbuhan jumlah penduduk, dan kesadaran akan manfaat produk madu, yang
memiliki bobot kumulatif 0,80 dengan nilai total 2,13, sedangkan ancaman mencakup
ketersediaan bahan baku yang tidak selalu tersedia, adanya pesaing, mobilitas
pembeli yang tinggi, keterbatasan alat transportasi, dan keterbatasan produk dengan
bobot kumulatif 0,48 dan nilai 1,46, sehingga total bobot eksternal adalah 1,00 dengan
nilai akhir 3,46. Data ini mengindikasikan kekuatan dan peluang yang cukup
signifikan untuk pengembangan produk, meskipun ada kelemahan dan ancaman yang
perlu diatasi untuk meningkatkan daya saing dan pertumbuhan produk madu secara
efektif di pasar.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Kehutanan > Kehutanan
S Agriculture > Kehutanan
Divisions: Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Kehutanan
Date Deposited: 29 Jun 2026 06:04
Last Modified: 29 Jun 2026 06:04
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/155939
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item