PERAN KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI BINAAN PT JB TRADING TERHADAP ADOPSI TEKNOLOGI GAP (Good Agricultural Practices) PEMBIBITAN KAKAO DI DESA SIDOLE BARAT KABUPATEN PARIGI MOUTONG

MARZUKI B. SIRANG (2026) PERAN KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI BINAAN PT JB TRADING TERHADAP ADOPSI TEKNOLOGI GAP (Good Agricultural Practices) PEMBIBITAN KAKAO DI DESA SIDOLE BARAT KABUPATEN PARIGI MOUTONG. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kelompok tani merupakan wadah penting bagi petani dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kerja sama, khususnya dalam menghadapi tantangan pertanian modern. Di tengah upaya peningkatan produktivitas pertanian nasional, penerapan teknologi GAP(Good Agricultural Practices) menjadi langkah penting, terutama dalam komoditas unggulan seperti kakao. Desa Sidole Barat di Kabupaten Parigi Moutong memiliki potensi besar dalam budidaya kakao, namun hingga kini masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya produktivitas dan belum maksimalnya penerapan GAP(Good Agricultural Practices) dalam pembibitan. Padahal, kebutuhan bibit yang tinggi serta pengaruh perubahan iklim menuntut sistem pembibitan yang lebih baik. Sayangnya, peran kelembagaan kelompok tani dalam mendukung adopsi teknologi GAP(Good Agricultural Practices) di desa ini belum berjalan optimal, sehingga menjadi permasalahan utama yang perlu dikaji dalam penelitian ini.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sidole Barat, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Febuari hingga April 2025. Penelitian menggunakan pendekatan campuran antara kualitatif dan kuantitatif dengan metode survei sebagai teknik utama pengumpulan data. Dari total 48 petani yang tergabung dalam 8 kelompok tani, terdapat 30 orang yang aktif mengikuti pelatihan dan kegiatan kelompok, sehingga mereka dijadikan sebagai responden utama melalui metode sensus. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan uji statistik non- parametrik Chi-Square menggunakan aplikasi SPSS, guna menguji hubungan antara peran kelembagaan kelompok tani dan adopsi teknologi GAP(Good Agricultural Practices) dalam pembibitan kakao.Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penerapan GAP(Good Agricultural Practices),pemilihan bibit unggul, dan pembuatan bibit dengan tingkat adopsi teknologi pembibitan kakao, ditunjukkan oleh nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,000 yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 (? = 5%). Hal ini berarti bahwa semakin aktif petani dalam menerapkan GAP(Good Agricultural Practices), memilih bibit unggul, serta melakukan pembuatan bibit sesuai standar, maka semakin besar peluang mereka untuk mengadopsi teknologi pertanian modern. Temuan ini menegaskan pentingnya peran kelembagaan kelompok tani.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: ?? null ??
Divisions: ?? null ??
Date Deposited: 29 Jun 2026 06:43
Last Modified: 29 Jun 2026 06:43
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/155949
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item