PELAKSANAAN TRADISI MAPPADENDANG DALAM PELESTARIAN CIVIC CILTURE DI DESA PONGGERANG KECAMATAN DAMPELAS

SITI NURHALISA (2026) PELAKSANAAN TRADISI MAPPADENDANG DALAM PELESTARIAN CIVIC CILTURE DI DESA PONGGERANG KECAMATAN DAMPELAS. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Siti Nurhalisa, 2026. “Pelaksanaan tradisi Mappadendang dalam pelestarian Civic Cilture di
Desa Ponggerang Kecamatan Palu Utara”. Program Studi Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Tadulako. Pembimbing, Sukmawati.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan tradisi
Mappadendang serta bagaimana tradisi tersebut berkontribusi dalam pelestarian civic culture
(budaya kewargaan) di Desa Ponggerang, Kecamatan Dampelas. Tradisi Mappadendang
merupakan ruang publik yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat dalam semangat
kebersamaan melalui ritual pasca-panen. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif
deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara
mendalam, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tradisi
Mappadendang melibatkan tiga tahapan utama, yaitu persiapan melalui musyawarah, inti ritual
dengan menumbuk padi secara ritmis di atas lesung, dan penutup berupa doa syukur serta
makan bersama. Nilai-nilai civic culture yang ditemukan meliputi: (a) partisipasi aktif dan
semangat musyawarah dalam pengambilan keputusan kolektif; (b) gotong royong dan
solidaritas organik tanpa membedakan sekat status sosial; (c) tanggung jawab moral dan empati
sosial untuk menjaga keharmonisan komunitas; serta (d) persamaan dan toleransi melalui
interaksi yang inklusif. Tradisi ini telah mengalami akulturasi yang harmonis antara budaya
lokal Bugis dengan ajaran Islam, sehingga memperkuat identitas sosial masyarakat.
Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa Mappadendang berperan sebagai instrumen
pendidikan kewargaan informal yang efektif dalam merawat integrasi sosial dan ketahanan
budaya di tengah arus modernisasi. Diperlukan sinergi antara pemerintah desa dan generasi
muda untuk menjaga keberlanjutan tradisi ini melalui digitalisasi dan penguatan peran lembaga
adat.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan
L Pendidikan > Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan
Library of Congress Subject Areas > L Pendidikan > Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan
Date Deposited: 09 Jul 2026 01:04
Last Modified: 09 Jul 2026 01:04
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/156204
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item