MUSTAZAM (2026) ANALISIS KUALITAS MADU LEBAH Trigona Sp. BERDASARKAN PERBEDAAN SUHU PENYIMPANAN. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Mutu madu trigona harus diperhatikan dengan baik agar dapat tetap terjaga selama penyimpanan. Suhu penyimpanan menjadi faktor penting yang dapat mempengaruhi ketahanan dari madu trigona. Perbedaan suhu penyimpanan dapat berimbas pada perubahan sifat fisik dan sifat kimia madu trigona. Apabila madu trigona disimpan pada suhu yang tidak sesuai, mutunya menjadi tidak stabil pada kurun waktu penyimpanan tertentu. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana karakteristik mutu madu trigona setelah mengalami proses penyimpanan pada dua suhu yang berbeda, yaitu pada suhu ruang dan suhu dingin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas madu lebah Trigona sp. berdasarkan perbedaan suhu penyimpanan dengan parameter keasaman, kadar air, dan kadar gula pereduksi.
Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan mulai bulan Februari 2026 sampai bulan April 2026. Pengambilan sampel Madu Trigona sp. Bertempat di KTH Sabutolo (Sareseh Buyu Pebato Lokal) Desa Patiwunga, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah Binaan UPT KPH Sintuwu Maroso, Pengujian kualitas Madu Trigona sp. dan penyimpanan sampel madu selama 3 bulan di suhu ruang (±30°C) dan suhu dingin (±4°C) dilakukan di Laboratorium Kimia, FMIPA, Universitas Tadulako. Selanjutnya dilihat dan dibandingkan dengan Standarisasi Indonesia SNI-8664-2018 (BSN, 2018) kemudian disimpulkan secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan kadar air madu lebah Trigona sp. di suhu ruang (28,70%) dan suhu dingin (26,24%). Pengujian keasaman diperoleh 154,65 ml NaOH/kg untuk suhu ruang dan 108,88 ml NaOH/kg untuk suhu dingin. Pengujian kadar gula perduksi diperoleh 60,47 untuk suhu ruang dan 63,48% untuk suhu dingin. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya kadar air di suhu ruang yang tidak memenuhi syarat SNI-8664-2018. Dengan demikian, penyimpanan madu dalam jangka waktu panjang lebih baik di suhu dingin dibandingkan dengan peyimpanan madu di suhu ruang.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Kehutanan > Kehutanan S Agriculture > Kehutanan |
| Divisions: | Fakultas Kehutanan > Kehutanan Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Kehutanan |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 03:45 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 03:45 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/156378 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

