PERAN RUANG TERBUKA PUBLIK DALAM REKONSILIASI SOSIAL PASCA-KONFLIK DI KABUPATEN POSO (STUDI KASUS ALUN-ALUN SINTUWU MAROSO)

LALA DEYNA EZRANI (2026) PERAN RUANG TERBUKA PUBLIK DALAM REKONSILIASI SOSIAL PASCA-KONFLIK DI KABUPATEN POSO (STUDI KASUS ALUN-ALUN SINTUWU MAROSO). Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kabupaten Poso merupakan wilayah yang pernah mengalami konflik komunal pada tahun 1998–2001 yang berdampak pada fragmentasi sosial, menurunnya tingkat kepercayaan antar masyarakat, dan melemahnya kohesi sosial. Dalam konteks pasca-konflik, ruang terbuka publik berpotensi menjadi media rekonsiliasi sosial melalui penyediaan ruang interaksi yang inklusif bagi masyarakat dari berbagai latar belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Alun-alun Sintuwu Maroso sebagai ruang terbuka publik dalam mendukung rekonsiliasi sosial pasca-konflik di Kabupaten Poso melalui penilaian kualitas ruang, identifikasi pola aktivitas masyarakat, dan evaluasi elemen fisik ruang.
Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential exploratory. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Analisis kualitas ruang dilakukan menggunakan atribut The Place Diagram. Pola aktivitas masyarakat dianalisis menggunakan metode place-centered mapping, sedangkan evaluasi elemen fisik ruang dilakukan menggunakan Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengidentifikasi atribut yang perlu diprioritaskan dalam pengembangan ruang publik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alun-alun Sintuwu Maroso memiliki kualitas ruang publik yang tergolong baik berdasarkan persepsi masyarakat, terutama pada aspek aksesibilitas, kenyamanan, aktivitas, dan interaksi sosial. Aktivitas yang dominan meliputi olahraga, bersantai, bermain, dan berkumpul, dengan intensitas yang lebih tinggi pada akhir pekan. Interaksi yang terjadi menunjukkan adanya pertemuan dan aktivitas bersama antar kelompok masyarakat. Namun, beberapa elemen fisik seperti tempat duduk, air mancur, pencahayaan, dan penataan area pedagang kaki lima masih memerlukan peningkatan. Secara keseluruhan, Alun-alun Sintuwu Maroso berperan sebagai wadah interaksi sosial yang mendukung terbentuknya rasa aman, kebersamaan, dan kohesi sosial masyarakat pasca-konflik. Temuan ini diharapkan menjadi masukan dalam pengembangan ruang publik yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Kata Kunci: Ruang Terbuka Publik, Rekonsiliasi Sosial, Pasca-Konflik, Aktivitas Sosial, Importance Performance Analysis (IPA).

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Teknik > Teknik Perencanaan Wilayah Kota
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Perencanaan Wilayah Kota
Date Deposited: 15 Jul 2026 06:24
Last Modified: 15 Jul 2026 06:24
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/156396
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item