FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI KELAS 10 DI SMA NEGERI 5 PALU

YULIANTI (2026) FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI KELAS 10 DI SMA NEGERI 5 PALU. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK
YULIANTI. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Gangguan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri Kelas 10 Di SMA Negeri 5 Palu (di bawah bimbingan Nurhaya S. Patui)

Departemen Biostatistik KB dan Kependudukan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako Palu

Gangguan siklus menstruasi merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang banyak dialami remaja putri. Siklus menstruasi dapat mengalami gangguan disebabkan oleh kadar hormon yang tidak seimbang pada aksishipotalamus-hipofisis ovarium, sehingga siklus dapat memanjang lebis dari 35 hari. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan fisik, aktivitas belajar, serta kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan siklus menstruasi pada siswi kelas 10 di SMA Negeri 5 Palu, yaitu tingkat stres, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan aktivitas fisik. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas 10 berjumlah 184 orang, dengan sampel 126 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS), IMT diperoleh dari pengukuran berat dan tinggi badan, sedangkan aktivitas fisik diukur dengan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Analisis data dilakukan dengan uji chi-square pada tingkat signifikansi 95% (?=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69% responden mengalami siklus menstruasi tidak normal. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara stres dengan siklus menstruasi (p=0,000), IMT dengan siklus menstruasi (p=0,001), dan aktivitas fisik dengan siklus menstruasi (p=0,003). Kesimpulan penelitian ini adalah stres tinggi, IMT yang tidak normal, serta aktivitas fisik kurang berhubungan dengan meningkatnya risiko gangguan siklus menstruasi pada remaja putri. Diharapkan pihak sekolah, tenaga kesehatan, dan keluarga dapat memberikan edukasi dan dukungan untuk menjaga kesehatan reproduksi remaja.

Kata Kunci: siklus menstruasi, stres, IMT, aktivitas fisik, remaja putri

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
R Medicine > Kesehatan Masyarakat
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Library of Congress Subject Areas > R Medicine > Kesehatan Masyarakat
Date Deposited: 20 Jul 2026 07:39
Last Modified: 20 Jul 2026 07:39
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/156518
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item