FERDIANTO LALONA (2026) Pengaruh Pemberian Konsentrasi Hormon Naphthalena Acetic Acid (NAA) Terhadap Pertumbuhan Stek Pucuk Cemara Udang (Casuarina Equisetifolia L.). Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Ferdianto Lalona – L13122047, Pengaruh Pemberian Konsentrasi Hormon Naphthalena
Acetic Acid (Naa) Terhadap Pertumbuhan Tunas Pucuk Cemara Udang (Casuarina
equisetifolia L.). Dibimbing oleh Zulkaidhah dan Rahmawati.
Cemara udang (Casuarina equisetifolia L.) merupakan tanaman pesisir yang memiliki
peran penting dalam konservasi lingkungan, seperti menahan abrasi, angin laut, dan
memperbaiki kondisi ekosistem pantai. Namun, ketersediaan bibit dalam jumlah besar masih
menjadi kendala, terutama jika menggunakan perbanyakan generatif yang cenderung lambat
dan tidak seragam. Oleh karena itu, perbanyakan vegetatif melalui stek pucuk menjadi
alternatif yang lebih efektif. Keberhasilan teknik ini sangat dipengaruhi oleh penggunaan zat
pengatur tumbuh seperti hormon NAA (Naphthalena Acetic Acid), yang berfungsi merangsang
pertumbuhan tunas. Akan tetapi, efektivitas NAA sangat ditentukan oleh konsentrasi dan lama
perendaman, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kombinasi perlakuan
yang paling optimal.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan
dua faktor, yaitu konsentrasi NAA (0 ppm, 150 ppm, 300 ppm, dan 450 ppm) serta lama
perendaman (15 menit dan 30 menit). Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 6 kali
sehingga terdapat 48 unit percobaan. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan di persemaian
permanen BPDAS Palu-Poso. Parameter yang diamati meliputi jumlah tunas, tinggi tunas,
diameter stek, dan tinggi stek. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis sidik
ragam (ANOVA), dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf nyata 5% apabila terdapat
perbedaan nyata antar perlakuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi NAA berpengaruh sangat nyata
terhadap jumlah tunas, diameter stek, dan tinggi stek, dengan konsentrasi terbaik pada 300
ppm. Lama perendaman hanya berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas, di mana perendaman
selama 15 menit memberikan hasil lebih baik dibandingkan 30 menit. Interaksi antara
konsentrasi NAA dan lama perendaman umumnya tidak berpengaruh nyata, kecuali pada
parameter tinggi stek yang menunjukkan pengaruh sangat nyata. Kombinasi perlakuan terbaik
diperoleh pada konsentrasi 300 ppm dengan lama perendaman 15 menit, yang menghasilkan
pertumbuhan stek pucuk cemara udang paling optimal.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Kehutanan > Kehutanan S Agriculture > Kehutanan |
| Divisions: | Fakultas Kehutanan > Kehutanan Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Kehutanan |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 06:14 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 06:14 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/156558 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

