AN-NURUL DJIHAN (2026) Pengaruh Beberapa Serbuk Gergajian Kayu Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Jamur Kuping (Auricularia Auricular-judae). Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
AN-NURUL DJIHAN, L 131 22 303. Pengaruh Beberapa Serbuk Gergajian Kayu Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Jamur Kuping (Auricularia auricular-judae ). Dibimbing oleh Yusran dan Irmasari Budidaya jamur kuping (Auricularia auricular-judae) sebagai komoditas HHBK bernilai ekonomi tinggi umumnya memanfaatkan limbah serbuk gergajian kayu karena kaya akan komponen lignoselulosa yang dibutuhkan sebagai nutrisi utama. Namun, perbedaan jenis kayu memiliki kandungan hara dan zat ekstraktif yang bervariasi sehingga dapat memacu atau menghambat pertumbuhan jamur. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh berbagai jenis serbuk gergajian kayu terhadap pertumbuhan dan produksi jamur kuping guna menemukan media tumbuh alternatif yang paling optimal dan bernilai ekonomis. Penelitian ini dilaksanakan pada Desember 2025 hingga April 2026 di Kumbung Jamur Desa Uwemanje, Kabupaten Sigi, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 7 ulangan (total 28 baglog). Perlakuan terdiri dari serbuk gergajian kayu Gmelina (S1), Durian (S2), Meranti Merah (S3), dan Nyatoh (S4). Substrat baglog berbobot 0,5 kg dibuat dengan memformulasi serbuk gergaji (80%), bekatul (15%), tepung tapioka (3%), kapur (2%), dan air (4045%), lalu disterilisasi dan diinokulasi dengan 2% bibit jamur. Parameter yang diamati meliputi waktu kolonisasi miselium, waktu kemunculan tubuh buah, diameter tudung, tinggi tudung, serta berat basah dan berat kering tubuh buah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis serbuk gergajian kayu berpengaruh sangat nyata terhadap kecepatan tumbuh miselium, munculnya tubuh buah, tinggi tudung, serta berat basah dan kering, tetapi tidak berpengaruh nyata pada diameter tudung. Media Gmelina (S1) terbukti menjadi perlakuan terbaik dengan kecepatan kolonisasi miselium tercepat (20,29 hari), kemunculan tubuh buah paling awal (12,14 hari setelah miselium penuh), serta menghasilkan biomassa tertinggi yaitu berat basah rata-rata 35,8 gram dan berat kering 9,43 gram per baglog. Sebaliknya, performa terendah dalam pertumbuhan dan produksi biomassa ditemukan pada perlakuan kayu Nyatoh (S4).
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Kehutanan > Kehutanan S Agriculture > Kehutanan |
| Divisions: | Fakultas Kehutanan > Kehutanan Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Kehutanan |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 06:15 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 06:15 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/156559 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

