Asosiasi Jenis Burung Di Desa Saloya Kecamatan Sindue Tombusabora Kabupaten Donggala

ALFRITS RA'A (2026) Asosiasi Jenis Burung Di Desa Saloya Kecamatan Sindue Tombusabora Kabupaten Donggala. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Keberadaan burung sangat dipengaruhi oleh kondisi habitat, struktur vegetasi, serta ketersediaan sumber pakan. Perubahan lingkungan dan tekanan terhadap habitat berpotensi menurunkan keanekaragaman dan mengganggu keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, penelitian mengenai asosiasi jenis burung di Desa Saloya, Kecamatan Sindue Tombusabora, Kabupaten Donggala menjadi penting untuk memahami hubungan antarspesies serta keterkaitannya dengan kondisi habitat sebagai dasar pengelolaan dan konservasi keanekaragaman hayati.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis burung yang terdapat di Desa Saloya, dan menganalisis tingkat asosiasi antar jenis burung yang ada di lokasi penelitian. Metode yang digunakan adalah metode point count dengan pengamatan pada 10 titik yang tersebar secara sistematis pada dua tipe habitat, yaitu hutan sekunder dan sempadan sungai. Pengamatan dilakukan pada pagi dan sore hari dengan mencatat jenis, jumlah individu, serta aktivitas burung baik secara visual maupun melalui suara. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan tabel kontingensi 2×2 dan uji Chi-square untuk mengetahui ada tidaknya asosiasi antarspesies, serta digunakan koreksi Yates untuk menghindari bias pada data dengan frekuensi rendah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 33 jenis burung yang tergolong dalam 20 famili, terdiri atas 24 jenis burung residen dan 9 jenis burung endemik Sulawesi. Keberadaan burung residen yang dominan menunjukkan adanya kemampuan adaptasi terhadap kondisi habitat yang telah mengalami gangguan, sementara ditemukannya spesies endemik seperti Spilornis rufipectus, Rhabdotorrhinus exarhatus, dan Turacoena manadensis menunjukkan bahwa habitat masih memiliki nilai konservasi yang tinggi. Analisis asosiasi menunjukkan bahwa tingkat interaksi antar spesies bervariasi, dengan beberapa spesies seperti Rhabdotorrhinus exarhatus dan Hypothymis puella memiliki tingkat asosiasi tinggi, sedangkan spesies lain seperti Dicaeum celebicum memiliki tingkat asosiasi lebih rendah.
Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem di Desa Saloya masih mampu mendukung keanekaragaman dan interaksi burung yang kompleks, meskipun terdapat indikasi tekanan lingkungan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Kehutanan > Kehutanan
S Agriculture > Kehutanan
Divisions: Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Kehutanan
Date Deposited: 21 Jul 2026 06:54
Last Modified: 21 Jul 2026 06:54
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/156576
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item