-, DICKY WAHYUDI (2026) EKSTRAK DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia) PADA PAKAN FORMULASI TERHADAP RESPON IMUN DAN KELANGSUNGAN HIDUP UDANG KAKI PUTIH (Penaeus vannamei Boone, 1931) YANG DIINFEKSI BAKTERI Vibrio parahaemolyticus. Sarjana thesis, universitas tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Dicky Wahyudi O27122085, Ekstrak Daun Mengkudu (Morinda citrifolia)
pada Pakan Formulasi terhadap Respon Imun dan Kelangsungan Hidup
Udang Kaki Putih (Penaeus vannamei Boone, 1931) yang Diinfeksi Bakteri
Vibrio parahaemolyticus, (Prof. Dr. Ir. Nasmia, S.Pi., M.P dan Rusaini, Ph.D.
2026).
Acute hepatopancreatic necrosis disease (AHPND) yang disebabkan oleh
strain tertentu bakteri Vibrio parahaemolyticus. adalah penyakit udang yang
menyebabkan kerugian besar bagi industri budidaya udang secara global. Metode
penanggulangan serangan penyakit yang sering dilakukan adalah dengan
menggunakan bahan kimia dan antibiotik. Tetapi penggunaan bahan kimia atau
antibiotik pada budidaya berisiko mencemari lingkungan dan produk akhir, dapat
memicu kematian atau gangguan pertumbuhan pada juvenil, dan mendorong
penyebaran patogen yang resisten terhadap antibiotik tersebut. Oleh karena itu,
upaya alternatif dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit perlu dilakukan
untuk mengurangi penggunaan bahan kimia dan antibiotik. Salah satu upaya yang
dapat dilakukan adalah meningkatkan imunitas organisme budidaya dengan
menggunakan imunostimulan. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan
sebagai imunostimulan adalah daun mengkudu (Morinda citrifolia). Penelitian
dilakukan untuk mengkaji pengaruh penambahan ekstrak daun mengkudu (EDM)
dalam pakan formulasi terhadap respon imun non-spesifik dan kelangsungan
hidup udang kaki putih (Penaeus vannamei) yang diinfeksi bakteri Vibrio
parahaemolyticus.
Penelitian didesain dalam rancangan acak lengkap (RAL), dengan
menggunakan 5 perlakuan (A: EDM 0 mg/kg pakan (kontrol), B : EDM 50 mg/kg
pakan, C: EDM 100 mg/kg pakan, D : EDM 150 mg/kg pakan, E : EDM 200
mg/kg pakan), dan 4 replikasi. Hasil analisis ragam (ANOVA) menunjukkan
bahwa penambahan EDM pada pakan formulasi berpengaruh nyata (P<0,05)
terhadap total haemocyte count (THC), aktivitas fagositosis (AF) kelangsungan
hidup, pertumbuhan bobot mutlak, dan rasio konversi pakan (FCR) udang kaki
putih. Total haemocyte count (5,33 × 106 sel/mL), aktivitas fagositosis (60%), dan
kelangsungan hidup (97,5%) udang kaki putih tertinggi diperoleh pada perlakuan
penambahan EDM 200 mg/kg pakan, sedang pertumbuhan bobot mutlak tertinggi
(5,61 g) dan FCR terendah (2,89) ditemukan pada perlakuan kontrol
Kata Kunci : Udang kaki putih, Vibrio parahaemolyticus, imunostimulan, ekstrak
daun mengkudu, dan hemosit.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Peternakan dan Perikanan > Akuakultur S Agriculture > Akuakultur |
| Divisions: | Fakultas Peternakan dan Perikanan > Akuakultur Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Akuakultur |
| Depositing User: | Anti Anti |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 02:55 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 02:55 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/156593 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

