-, SYAHRAH FEBRIANTI (2026) PENGARUH DOSIS BERBEDA LARUTAN SAMBILOTO (Andrographis paniculata) TERHADAP RESPON IMUN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) YANG DIINFEKSI BAKTERI Edwardsiella tarda. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Syahrah Febrianti (O271 22 017). Pengaruh Dosis Berbeda Larutan
Sambiloto (Andrographis paniculata) terhadap Respon Imun Ikan Nila
(Oreochromis niloticus) yang Diinfeksi Bakteri Edwardsiella tarda. (Dr. Ir.
Irawati Mei Widiastuti, M.Si dan Nur Hasanah, S.Pi., M.Si. 2026).
Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas unggulan
dalam budidaya perikanan air tawar karena memiliki pertumbuhan cepat, daya
adaptasi yang tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan, serta memiliki nilai
ekonomis tinggi. Namun, dalam kegiatan budidaya, ikan nila sering menghadapi
kendala berupa serangan penyakit, salah satunya adalah Edwardsiellosis yang
disebabkan oleh bakteri Edwardsiella tarda. Penyakit ini dapat menyerang organ
dalam ikan bahkan menyebabkan kematian sehingga berdampak pada kerugian
dalam usaha budidaya. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk
meningkatkan ketahanan tubuh ikan terhadap penyakit adalah dengan penggunaan
imunostimulan alami dari sambiloto.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis berbeda
larutan sambiloto (Andrographis paniculata) terhadap respon imun ikan nila
(Oreochromis niloticus) yang diinfeksi bakteri Edwardsiella tarda. Penelitian
didesain dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari
4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan A = Kontrol (tanpa penggunaan larutan
sambiloto), B = 3 g/L, C = 4 g/L, D = 5 g/L. Data hasil leukosit, fagositosis, dan
pertumbuhan bobot mutlak yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis
menggunakan Microsoft Excel 2010 dan SPSS 31, kemudian dianalisis
menggunakan analisis ragam (ANOVA) untuk melihat pengaruh perlakuan.
Apabila hasil analisis ragam menunjukkan adanya pengaruh terhadap organisme
uji, maka dilanjutkan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan.
Sedangkan data kualitas air dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk
tabel.
Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik pada perlakuan D (5 g/L)
dengan nilai total leukosit 137,68x103 sel/mm³±7,51, aktivitas fagositosis
69,6%±3,61, dan pertumbuhan bobot mutlak 100,28 g±8,45.
Kata kunci:
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Peternakan dan Perikanan > Akuakultur S Agriculture > Akuakultur |
| Divisions: | Fakultas Peternakan dan Perikanan > Akuakultur Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Akuakultur |
| Depositing User: | Bayu Anggara Permana |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 05:15 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 05:15 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/156615 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

