MODEL KETAHANAN EKONOMI DAERAH DI INDONESIA REGIONAL ECONOMIC RESILIENCE MODEL IN INDONESIA

-, NURNANINGSIH (2026) MODEL KETAHANAN EKONOMI DAERAH DI INDONESIA REGIONAL ECONOMIC RESILIENCE MODEL IN INDONESIA. Sarjana thesis, universitas tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Ketahanan ekonomi daerah menjadi isu penting dalam pembangunan karena meningkatnya
frekuensi guncangan ekonomi akibat pandemi, krisis global, dan bencana alam. Penelitian
ini bertujuan mengembangkan model ketahanan ekonomi daerah di Indonesia berbasis
pendekatan permintaan agregat dalam kerangka teori Keynesian yang diperluas. Secara
khusus, penelitian ini menganalisis dinamika ketahanan ekonomi daerah, memetakan
tipologi ketahanan antarprovinsi melalui pendekatan kuadran resistance–recovery,
menguji pengaruh kebijakan fiskal daerah dan investasi terhadap ketahanan ekonomi,
menganalisis dampak pandemi COVID-19, serta merumuskan model kebijakan fiskal
berbasis wilayah (place-based fiscal policy) untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Penelitian ini menggunakan data panel 34 provinsi di Indonesia pada periode 2012–2024.
Ketahanan ekonomi daerah diproksikan melalui dinamika permintaan agregat regional riil
yang diturunkan ke dalam indikator resistance dan recovery. Variabel independen meliputi
Belanja Tidak Terduga (BTD) sebagai proksi belanja penanggulangan bencana, Belanja
Modal Daerah (BMD), Penanaman Modal Asing (PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri
(PMDN), serta variabel shock pandemi COVID-19. Analisis dilakukan menggunakan
model Fixed Effects dengan robust standard errors sebagai model utama dan Dynamic
Panel Generalized Method of Moments (GMM) sebagai uji robustitas. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa ketahanan ekonomi daerah di Indonesia bersifat heterogen
antarprovinsi. Pemetaan kuadran menunjukkan bahwa terdapat provinsi yang memiliki
high resistance–high recovery, sementara sebagian lainnya berada pada kategori rentan
dengan kemampuan pemulihan yang rendah. Secara empiris, BTD berpengaruh positif dan
signifikan terhadap ketahanan ekonomi daerah, sedangkan BMD tidak menunjukkan
pengaruh signifikan dalam jangka pendek. PMA dan PMDN terbukti berpengaruh positif
dan signifikan terhadap ketahanan ekonomi daerah, menunjukkan pentingnya investasi
dalam menjaga stabilitas permintaan agregat regional. Pandemi COVID-19 berpengaruh
negatif terhadap ketahanan ekonomi daerah, meskipun intensitas dampaknya berbeda
antarwilayah. Berdasarkan hasil simulasi kuadran, penelitian ini merumuskan model
kebijakan fiskal berbasis wilayah yang bersifat diferensial dan kontekstual sesuai
karakteristik ketahanan masing-masing provinsi. Penelitian ini berkontribusi pada
pengembangan Model Ketahanan Ekonomi Daerah berbasis Keynesian dengan
menempatkan permintaan agregat sebagai fondasi utama ketahanan ekonomi regional,
sekaligus memberikan implikasi kebijakan fiskal yang lebih adaptif dalam memperkuat
ketahanan ekonomi daerah di Indonesia.
Kata Kunci: ketahanan ekonomi daerah, permintaan agregat, Keynesian, kebijakan fiskal,
investasi, resistance–recovery, data panel.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Ekonomi Pembangunan
H Ilmu Sosial > Ekonomi Pembangunan
Divisions: Pascasarjana > Doktoral Ilmu Ekonomi
Depositing User: Anti Anti
Date Deposited: 22 Jul 2026 07:06
Last Modified: 22 Jul 2026 07:06
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/156648
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item