ANALISIS SIMBOL SAMBULU GANA PADA UPACARA PERKAWINAN SUKU KAILI DI DESA DOLAGO

-, TASKIYA QHAISA (2026) ANALISIS SIMBOL SAMBULU GANA PADA UPACARA PERKAWINAN SUKU KAILI DI DESA DOLAGO. Sarjana thesis, universitas tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Taskiya Qhaisa, 2026. Analisis Simbol Sambulu Gana pada Upacara Perkawinan
Suku Kaili di Desa Dolago. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako. Pembimbing I
Syamsuddin dan Pembimbing II Nirmayanti.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk simbol dan mengungkap
makna simbol yang terdapat dalam prosesi sambulu gana. Penelitian menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui
observasi, wawancara dengan tokoh adat dan masyarakat setempat, dokumentasi,
serta studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan
Huberman yang meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol dalam prosesi
sambulu gana terbagi menjadi dua bentuk, yaitu simbol verbal dan simbol
nonverbal. Simbol verbal diwujudkan melalui tuturan adat yang berupa ungkapan
penghormatan, nasihat, doa, serta penyampaian maksud dari pihak keluarga
mempelai yang menggunakan bahasa Kaili. Tuturan tersebut mengandung nilai
kesantunan, penghargaan, kebersamaan, dan harapan terhadap kehidupan rumah
tangga yang harmonis. Adapun simbol nonverbal diwujudkan melalui penggunaan
berbagai perlengkapan adat, seperti bauluh (daun sirih), pangana (pinang),
tagambe (gambir), toila (kapur sirih), dan tambako (tembakau). Setiap unsur
memiliki makna simbolik yang berbeda sesuai dengan nilai budaya masyarakat
Kaili. Bauluh melambangkan hubungan kekeluargaan dan ikatan silaturahmi,
pangana merepresentasikan ketulusan hati dan kesungguhan dalam meminang,
tagambe menjadi simbol kejujuran, kesabaran, dan ketulusan, toila melambangkan
kesucian hati serta kemurnian niat, sedangkan tambako mencerminkan
kelengkapan, keteguhan, dan kesiapan dalam menghadapi kehidupan rumah
tangga. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa simbol-simbol yang
terdapat dalam prosesi sambulu gana berfungsi sebagai media penyampaian pesan
budaya, penghormatan terhadap adat, pengikat hubungan kekeluargaan, serta

sarana penanaman nilai-nilai moral bagi kedua mempelai. Keberadaan simbol-
simbol tersebut menunjukkan bahwa tradisi sambulu gana memiliki peran penting

dalam mempertahankan identitas budaya masyarakat Kaili dan menjadi warisan
budaya yang perlu dijaga serta dilestarikan oleh generasi berikutnya.
Kata Kunci: simbol, semiotika, sambulu gana, perkawinan adat, suku Kaili.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
L Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Library of Congress Subject Areas > L Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: Bayu Anggara Permana
Date Deposited: 27 Jul 2026 07:04
Last Modified: 27 Jul 2026 07:04
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/156747
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item