-, MOIRA WIDYA CITRA LEBANG (2026) STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS PETERNAKAN SAPI POTONG RAKYAT MENUJU SWASEMBADA DAGING KABUPATEN SIGI DI KECAMATAN DOLO BARAT. Sarjana thesis, universitas tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Moira Widya Citra Lebang, Strategi Pengembangan Agribisnis Peternakan Sapi
Potong Rakyat Menuju Swasembada Daging Kabupaten Sigi Di Kecamatan Dolo
Barat (Marhawati dan Alimuddin Laapo, 2026)
Peternakan sapi potong rakyat di Kecamatan Dolo Barat memiliki potensi
yang cukup besar dan telah berkontribusi terhadap produksi daging Kabupaten Sigi,
namun sistem pemeliharaan yang digunakan masih tradisional. Penelitian ini
bertujuan untuk (1) menganalisis neraca bahan pangan komoditi daging sapi di
Kecamatan Dolo Barat, dan (2) merumuskan strategi pengembangan peternakan
sapi potong rakyat menuju swasembada daging Kabupaten Sigi di Kecamatan Dolo
Barat. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2025 sampai Januari 2026 di
Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi. Jenis penelitian adalah mix methods
research (kuantitatif dan kualitatif). Populasi penelitian adalah seluruh peternak
sapi potong yang tergabung dalam kelompok tani/ternak di 6 desa terpilih dengan
jumlah sampel 36 peternak dan 14 stakeholder (penyuluh, kepala desa, dinas
terkait). Metode analisis yang digunakan adalah analisis neraca bahan pangan,
matriks IFE (Internal Factor Evaluation), matriks EFE (External Factor
Evaluation), dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Neraca
bahan pangan daging sapi di Kecamatan Dolo Barat menunjukkan posisi surplus
dengan ketersediaan daging sebesar 22,05 ton/tahun dan kebutuhan konsumsi
masyarakat sebesar 6,43 ton/tahun, sehingga menghasilkan surplus produksi
sebesar 15,62 ton/tahun. Angka yang digunakan untuk menghitung neraca bahan
pangan daging sapi diambil dari susenas 0,10-0,43 kg/tahun/kapita. Tingkat
kecukupan mandiri (Self-Sufficiency Ratio/SSR) mencapai 343,0%, yang berarti
Kecamatan Dolo Barat telah mencapai status swasembada daging di tingkat lokal
dengan kelebihan produksi 243% di atas kebutuhan. Kontribusi Kecamatan Dolo
Barat terhadap Kabupaten Sigi tercatat sebesar 19,77% terhadap total produksi
daging kabupaten dan 5,80% terhadap kebutuhan daging kabupaten; (2) Hasil
analisis IFE diperoleh total skor 3,05 (kondisi internal kuat) dan analisis EFE
diperoleh total skor 3,01 (respons eksternal baik), sehingga posisi pengembangan
berada pada Kuadran I (strategi agresif). Strategi prioritas utama yang
direkomendasikan adalah strategi SO (Strength-Opportunities) yang memanfaatkan
seluruh kekuatan internal untuk mengoptimalkan peluang eksternal, meliputi
optimalisasi peran kelompok tani dan penyuluh dalam percepatan adopsi teknologi
peternakan modern, pemanfaatan dominasi indukan betina untuk program
Inseminasi Buatan massal, pengembangan sistem integrasi sapi-tanaman berbasis
pemanfaatan limbah pertanian, optimalisasi lahan HMT dan padang
penggembalaan dengan teknologi pakan fermentasi (silase), serta transformasi
fungsi sapi sebagai tabungan jangka panjang menjadi investasi produktif berbasis
peluang pasar.
Kata Kunci: Strategi Pengembangan, Agribisnis, Sapi Potong Rakyat,
Swasembada Daging, SWOT, Dolo Barat
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Pertanian > Agribisnis S Agriculture > Agribisnis |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Agribisnis Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Agribisnis |
| Depositing User: | Bayu Anggara Permana |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 07:52 |
| Last Modified: | 27 Jul 2026 07:52 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/156764 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

