ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI NILAM DI DESA TIU KECAMATAN PETASIA BARAT KABUPATEN MOROWALI UTARA (STUDI KASUS)

-, ANDAR ADITIA BANSOE (2026) ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI NILAM DI DESA TIU KECAMATAN PETASIA BARAT KABUPATEN MOROWALI UTARA (STUDI KASUS). Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Nilam merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri unggulan
yang memberi kontribusi besar melalui ekspor. Desa Tiu di Kecamatan Petasia
Barat, Kabupaten Morowali Utara, merupakan salah satu penghasil produksi
minyak nilam dengan potensi besar,namun produktivitasnya masih dibawah
rata-rata, hal ini disebakan karena petani nilam di dihadapkan pada masalah
kualitas minyak nilam yang rendah yang disebabakan teknik budidaya yang
sederhana, serta fluktuasi harga minyak nilam. Penelitian ini bertujuan
menganalisis besaran biaya, penerimaan, pendapatan dan kelayakan
usahatani nilam di Desa Tiu. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan juni
sampai agustus 2025. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja
(purposive) dengan pertimbangan bahwa Desa Tiu merupakan daerah
penghasil nilam di Kecamatan Petasia Barat dan merupakan pusat
penyulingan nilam di Kecamatan Petasia Barat. Metode penelitian yang
dipakai adalah deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel
menggunakan rumus slovin sebanyak 31 petani nilam, pengumpulan data
primer melalui kuesioner dan wawancara, serta data sekunder dari sumber
dokumentasi terkait. Alat analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan
dari usahatani nilam, sekaligus mengevaluasi kelayakannya melalui rasio R/C
selama 1 kali musim panen. Analisis pendapatan dihitung dari selisih antara
total penerimaan dan total biaya, sementara kelayakan usaha dinilai
berdasarkan nilai rasio antara total peneriman dan total biaya.Hasil penelitian
menunjukkan bahwa rata-rata produksi minyak nilam petani di Desa Tiu
adalah 48,12 kg per hektar dengan harga rata-rata Rp600.000 per kilogram.
Total penerimaan petani mencapai Rp28.872.340 per hektar, sedangkan total
biaya produksi Rp16.492.828 per hektar. Dengan pendapatan Rp12.379.512
per hektar dan rasio R/C sebesar 1,75 usahatani nilam menguntungkan dan
layak dikembangkan secara ekonomi. Kesimpulannya, usahatani nilam di Desa
Tiu memberikan keuntungan yang signifikan dan layak untuk dikembangkan
karena nilai pendapatan bersih dan rasio yang positif. Petani nilam di Desa
Tiu sebaiknya mengubah teknik panen, dengan melakukan pemotongan
atau pemangkasan batang utama sekitar 20-30 cm dari permukaan tanah,
agar tidak perlu penanaman kembali dan mempercepat pertumbuhan tunas
baru untuk panen berikutnya serta melakukan pencacahan setelah
pengeringan membantu menjaga ketersedian kandungan minyak nilam
sebelum penyulingan.
Kata Kunci : Pendapatan, Kelayakan, Nilam, Usahatani.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Pertanian > Agribisnis
S Agriculture > Agribisnis
Divisions: Fakultas Pertanian > Agribisnis
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Agribisnis
Depositing User: Bayu Anggara Permana
Date Deposited: 29 Jul 2026 02:04
Last Modified: 29 Jul 2026 02:04
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/156784
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item