STUDI FENOLOGI DAN VIABILITAS BENIH KAKAO (Theobroma cacao L.) KLON SULAWESI 1 DAN MCC 01

-, RICE PASORONG (2026) STUDI FENOLOGI DAN VIABILITAS BENIH KAKAO (Theobroma cacao L.) KLON SULAWESI 1 DAN MCC 01. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) termasuk salah satu jenis tanaman
perkebunan yang memiliki potensi besar dalam mendukung pertanian di
Indonesia karena kakao dapat dipanen sepanjang tahun. Sebagai provinsi
penghasil kakao terbesar, Provinsi Sulawesi Tengah perlu mempertahankan
produksi kakao. Salah satu cara untuk mempertahankan produksi kakao
dengan menyediakan benih bermutu yang berasal dari klon kakao unggul.
Klon kakao unggul dari Sulawesi antara lain yaitu klon sulawesi 1 dan MCC 01.
Penelitian dilaksanakan di Desa Berdikari, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi,
Provinsi Sulawesi Tengah dan di Laboratorium Benih, Fakultas Pertanian
Universitas Tadulako pada tanggal 26 April sampai 1 November 2025.
Penelitian menggunakan metode deskriptif dan (RAL) faktorial yaitu klon
kakao dan tingkat kemasakan buah. Faktor pertama yaitu klon sulawesi 1 (K1)
dan klon MCC 01 (K2). Faktor kedua yaitu pra matang fisiologis (P1), matang
fisiologis (P2) dan pasca matang fisiologis (P3).
Fase perkembangan buah kakao berlangsung ±25 minggu, diawali fase
anthesis saat bunga mekar. Bunga mulai terbuka sore hari, kepala sari pecah
pada pagi hari, dan tanpa penyerbukan bunga akan rontok pada sore hari.
Keberhasilan pembentukan buah tertinggi terjadi pada penyerbukan pukul
10.00–13.00. Klon sulawesi 1 memiliki sepal merah muda keputihan, tangkai
bunga merah muda, dan menghasilkan bunga lebih banyak dibanding MCC 01.
Buahnya berwarna merah cerah saat masak fisiologis, panjang ±21,7 cm dan
diameter ±89,1 mm. Klon MCC 01 memiliki sepal putih, tangkai bunga hijau
keputihan serta buah berukuran lebih besar panjang ±23 cm dan diameter
±103 mm. Klon MCC 01 memiliki viabilitas benih yang lebih baik dibandingkan
klon sulawesi 1, yang ditunjukkan pada variabel pengamatan kadar air yaitu
55.20%, kecepatan berkecambah yaitu 2.57 hari, bobot basah akar 0.80 g,
serta rasio tajuk dan akar yaitu 18.71. Tingkat kemasakan fisiologis
merupakan fase terbaik untuk menghasilkan benih dengan viabilitas yang
tinggi hal ini dapat dilihat pada variabel pengamatan kadar air benih yaitu
51.74%, kecepatan berkecambah yaitu 2.39 hari, keserempakan tumbuh yaitu
98,13%, daya berkecambah yaitu 96,25%, serta rasio tajuk dan akar yaitu 23
g yang lebih optimal dibandingkan fase pra matang maupun pasca matang.
Kata Kunci: Kakao (Theobroma cacao L.), Studi Fenologi, Viabilitas Benih

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Pertanian > Agroteknologi
S Agriculture > Agroteknologi
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Agroteknologi
Depositing User: Bayu Anggara Permana
Date Deposited: 29 Jul 2026 02:20
Last Modified: 29 Jul 2026 02:20
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/156787
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item