SEBARAN BEBERAPA LOGAM BERAT PADA TANAH DI SEKITAR AREA PENGOLAHAN EMAS KELURAHAN POBOYA, KOTA PALU

-, GALANG JIHAD PRATAMA (2026) SEBARAN BEBERAPA LOGAM BERAT PADA TANAH DI SEKITAR AREA PENGOLAHAN EMAS KELURAHAN POBOYA, KOTA PALU. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Limbah hasil pengolahan emas berpotensi meningkatkan akumulasi logam
berat pada tanah di sekitar lokasi pengolahan emas. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui kandungan serta sebaran beberapa logam berat pada tanah
di sekitar area pengolahan emas Kelurahan Poboya, Kota Palu. Penelitian
dilaksanakan di Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu,
Sulawesi Tengah, sedangkan analisis sampel tanah dilakukan di Laboratorium
Unit Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tadulako pada bulan
November 2025 sampai Januari 2026. Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif eksploratif dengan teknik survei lapangan dan penentuan titik
sampel secara purposive sampling pada lima lokasi di sekitar area pengolahan
emas. Pada setiap lokasi diambil tiga titik sampel tanah dengan kedalaman 0–
30 cm sehingga diperoleh total 15 sampel tanah. Sampel tanah kemudian
dipreparasi dan dianalisis menggunakan alat Portable X-Ray Fluorescence
(pXRF) untuk mengetahui kandungan logam berat Pb, As, Ba, Zn, Cu, dan Mn.
Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui nilai
minimum, maksimum, dan rata-rata konsentrasi logam berat serta dianalisis
secara spasial menggunakan ArcGIS untuk menggambarkan pola sebaran
logam berat di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
konsentrasi logam berat pada tanah di sekitar area pengolahan emas
Kelurahan Poboya bervariasi pada setiap lokasi pengamatan. Konsentrasi Pb
berkisar antara 3–10 ppm, As tidak terdeteksi hingga 17 ppm, Zn 50–100 ppm,
Cu 20–23 ppm, Mn 477–677 ppm. Secara umum, konsentrasi logam berat
tersebut masih berada di bawah baku mutu tanah berdasarkan Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021. Namun demikian,
konsentrasi logam barium (Ba) tergolong tinggi dengan kisaran 773–1290
ppm dan telah melampaui nilai ambang batas baku mutu tanah. Tingginya
kandungan barium menunjukkan adanya indikasi akumulasi logam berat yang

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Pertanian > Agroteknologi
S Agriculture > Agroteknologi
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Agroteknologi
Depositing User: Bayu Anggara Permana
Date Deposited: 29 Jul 2026 03:17
Last Modified: 29 Jul 2026 03:17
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/156802
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item