SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA BAMBU BATU (Dendrocalamus strictus (Roxb.) Nees) ASAL DESA SIGIMPU, КЕСАМАTAN SIGI KOTA,KABUPATEN SIGI

-, SUCI RAMADANI (2026) SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA BAMBU BATU (Dendrocalamus strictus (Roxb.) Nees) ASAL DESA SIGIMPU, КЕСАМАTAN SIGI KOTA,KABUPATEN SIGI. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Hutan sebagai bagian penting dalam pembangunan nasional memiliki manfaat ekologi, ekonomi, dan sosial budaya, termasuk pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK) seperti bambu. Bambu adalah kelompok rumput-rumputan famili Gramineae dengan morfologi menyerupai pohon berkayu, berbatang buluh berongga, bercabang, dan berdaun.Bambu dimanfaatkan oleh masyarakat di desa sebagai bahan kerajinan dan bahan bagunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisika dan mekanika bambu batu yang berasal dari desa sigimpu
kecamatan sigi kota kabupaten sigi kota.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai bulan November
2025. Bertempat di Laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik dan Laboratorium
Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu. Metode penelitian
yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap untuk pengujian sifat fisika dan
sifat mekanika dengan perlakuan berdasarkan berdasarkan posisi pada batang
(pangkal, tengah, ujung) dengan 5 kali ulangan sebanyak total 45 contoh uji. Contoh
uji sifat fisika berukuran 2.5 cm x 2,5 cm sebanyak 15 sampel dan contoh uji sifat
mekanika berukuran 30 cm x 2 cm. 15 tanpa kulit dan dengan kulit 15 total contoh
uji mekanika Adalah 30.
Sifat fisika bambu batu yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi rata-rata
kadar air segar sebesar 68,01%, kadar air kering udara sebesar 11,65%, serta
kerapatan sebesar 0,51 g/cm³. Hasil analisis menunjukkan bahwa posisi ketinggian
pada batang (pangkal, tengah, dan ujung) tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air
segar, kadar air kering udara, maupun kerapatan bambu batu. Sementara itu, sifat
mekanika bambu yang dihasilkan menunjukkan nilai rata-rata Modulus of Elasticity
(MOE) sebesar 1204,05 kg/cm² pada sampel dengan kulit dan 1158,49 kg/cm² tanpa
kulit. Nilai rata-rata Modulus of Rupture (MOR) diperoleh sebesar 355,03 kg/cm²
pada sampel dengan kulit dan 338,66 kg/cm² tanpa kulit. Hasil analisis lebih lanjut
menunjukkan bahwa posisi ketinggian batang, dengan kulit, serta interaksi keduanya
tidak memberikan pengaruh nyata terhadap nilai MOE dan MOR bambu batu.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Kehutanan > Kehutanan
S Agriculture > Kehutanan
Divisions: Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Kehutanan
Depositing User: Bayu Anggara Permana
Date Deposited: 29 Jul 2026 08:05
Last Modified: 29 Jul 2026 08:05
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/156823
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item