PERUBAHAN MAKNA BAHASA DI KALANGAN MAHASISWA FISIP UNTAD

-, RASMI (2026) PERUBAHAN MAKNA BAHASA DI KALANGAN MAHASISWA FISIP UNTAD. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Rasmi, NIM B30121107. Judul “Perubahan Makna Bahasa di Kalagan
Mahasiswa FISIP UNTAD”, dibimbing oleh Siti Hajar sebagai pembimbing
utama dan Rahmat Hidayat sebagai pembimbing pendamping.
Bahasa merupakan unsur penting dalam kebudayaan yang bersifat dinamis
dan terus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan sosial masyarakat.
Di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
Tadulako, ditemukan fenomena penggunaan bahasa yang secara leksikal bermakna
negatif atau kasar, namun dalam konteks pergaulan justru dimaknai secara positif.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami pergeseran makna penggunaan bahasa
gaul kasar di kalangan mahasiswa, khususnya dalam konteks interaksi sosial di
lingkungan kampus. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana kata-kata yang
secara konvensional bermakna negatif, seperti “anjir”, “tailaso”, dan “jancok”,
mengalami rekonstruksi makna menjadi ekspresi positif yang merepresentasikan
keakraban, solidaritas, dan ekspresi emosional. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, di mana data dikumpulkan melalui
observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi interaksi
mahasiswa di ruang-ruang sosial kampus seperti kantin, gazebo, dan ruang kelas,
serta di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran makna
bahasa kasar terjadi melalui negosiasi sosial intens dalam kelompok pertemanan
mahasiswa. Dalam perspektif Ferdinand de Saussure, hal ini mencerminkan sifat
arbitrer bahasa, di mana hubungan penanda dan petanda dapat dikonstruksi ulang
secara kolektif melalui penggunaan (parole) yang kemudian membentuk makna
baru (langue). Bahasa kasar yang semula bermakna negatif berubah menjadi simbol

keakraban, solidaritas, dan katarsis emosional, serta berfungsi sebagai kode in-
group. Lingkungan pertemanan kampus menjadi ruang produksi makna, sementara

media sosial mempercepat penyebaran dan normalisasinya lintas budaya.
Penggunaan eufemisme turut menjaga keberterimaan dalam berbagai konteks,
meskipun secara kultural fenomena ini juga berpotensi mengaburkan batas etika,
terutama di ruang formal dan publik.
Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa bahasa bukan hanya
alat komunikasi, tetapi juga praktik sosial yang dinamis, yang terus mengalami
transformasi makna sesuai dengan konteks budaya dan interaksi penggunanya.
Kata kunci: Perubahan, bahasa, mahasiswa, antropologilingustik

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
H Ilmu Sosial > Antropologi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Library of Congress Subject Areas > H Ilmu Sosial > Antropologi
Depositing User: Bayu Anggara Permana
Date Deposited: 30 Jul 2026 02:34
Last Modified: 30 Jul 2026 02:34
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/156834
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item