ANALISIS KEBIJAKAN PEMELIHARAAN MESIN STONE CRUSHER UNTUK MEMINIMALKAN BIAYA PEMELIHARAAN STUDI KASUS PADA PT JUYOMI SINAR LABUAN

INGGRIT TORAR (2026) ANALISIS KEBIJAKAN PEMELIHARAAN MESIN STONE CRUSHER UNTUK MEMINIMALKAN BIAYA PEMELIHARAAN STUDI KASUS PADA PT JUYOMI SINAR LABUAN. Magister thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Inggrit Torar C 202 24 036, Analisis Kebijakan Pemeliharaan Mesin Stone
Crusher untuk Meminimalkan Biaya Pemeliharaan (Studi Kasus PT Juyomi Sinar
Labuan) (dibimbing oleh Dr. Sulaeman Miru dan Dr. Syamsuddin).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pemeliharaan mesin stone
crusher yang diterapkan di PT Juyomi Sinar Labuan, mengevaluasi dampaknya
terhadap biaya pemeliharaan, serta merumuskan strategi pemeliharaan yang
optimal untuk meminimalkan biaya dan downtime mesin. Penelitian ini
menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode kualitatif yang didukung oleh
analisis kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam,
observasi lapangan, serta dokumentasi catatan pemeliharaan dan biaya operasional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pemeliharaan masih didominasi
oleh Corrective Maintenance, sementara Preventive Maintenance belum diterapkan
secara sistematis berdasarkan analisis keandalan mesin. Total biaya pemeliharaan
langsung diperkirakan sebesar Rp 195.100.000 per tahun, yang terdiri atas biaya
penggantian suku cadang, biaya tenaga kerja, dan biaya preventive maintenance.
Namun demikian, komponen biaya terbesar berasal dari kehilangan produksi akibat
downtime (lost production cost) yang mencapai Rp 6.120.000.000 per tahun,
menunjukkan bahwa downtime memberikan kontribusi kerugian ekonomi yang
lebih besar dibandingkan aktivitas pemeliharaan langsung. Analisis efektivitas
teknis menunjukkan nilai Mean Time Between Failures (MTBF) yang rendah, yaitu
berkisar antara 8–9 jam operasi, serta nilai Mean Time To Repair (MTTR) yang
relatif tinggi, yaitu 2,50–4,08 jam, yang mengindikasikan rendahnya tingkat
keandalan mesin dan belum efisiennya proses perbaikan. Hasil Cost-Benefit
Analysis (CBA) menunjukkan bahwa peningkatan investasi pada Preventive
Maintenance sebesar Rp 50.000.000 per tahun berpotensi menurunkan downtime
hingga 50?n menghasilkan penghematan biaya sekitar Rp 3.060.000.000 per
tahun, dengan nilai CBA sebesar 61,2. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa
penerapan strategi pemeliharaan berbasis keandalan (reliability-based
maintenance) layak diterapkan secara teknis maupun ekonomis untuk
meningkatkan keandalan mesin sekaligus meminimalkan biaya pemeliharaan dan
kerugian produksi.
Kata kunci: Kebijakan Pemeliharaan, Preventive Maintenance, Corrective
Maintenance, MTBF, MTTR, Biaya Pemeliharaan.

Item Type: Thesis (Magister)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Pascasarjana > Magister Manajemen
Divisions: Pascasarjana > Magister Manajemen
Date Deposited: 30 Jul 2026 03:33
Last Modified: 30 Jul 2026 03:33
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/156850
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item