SIMBOL DAN MAKNA RITUAL PODOA PADA ETNIS KAILI DI DESA SUMBERTANI KECAMATAN KASIMBAR KABUPATEN PARIGI MOUTONG SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S1) Pada Jurusan Ilmu Sosial Program Studi Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Tadulako Oleh: PUTRI ANGGRIANI B30119046 PROGRAM STUDI ANTROPOLOGI JURUSAN ILMU SOSIAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS TADULAKO 2026

PUTRI ANGGRIANI (2026) SIMBOL DAN MAKNA RITUAL PODOA PADA ETNIS KAILI DI DESA SUMBERTANI KECAMATAN KASIMBAR KABUPATEN PARIGI MOUTONG SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S1) Pada Jurusan Ilmu Sosial Program Studi Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Tadulako Oleh: PUTRI ANGGRIANI B30119046 PROGRAM STUDI ANTROPOLOGI JURUSAN ILMU SOSIAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS TADULAKO 2026. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Abstrak

Putri Anggriani B30119046 Judul Skripsi “Simbol Dan Makna Ritual Podoa Pada Etnis Kaili Di Desa Sumbertani Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong” di bimbing oleh Rismawati sebagai pembimbing utama dan Yulianti Bakari sebagai pembimbing pendamping. Program Studi Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako.
Ritual Podoa merupakan tradisi pasca kematian yang masih lestarikan oleh Etnis Kaili di Desa Sumbertani. Ritual ini dilaksanakan pada hari-hari tertentu setelah kematian, mulai dari hari ke-3 (Tolu Mbongi) hingga hari ke-100 (Satu). Podoa tidak hanya dipahami sebagai kegiatan doa bersama untuk arwah, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terakhir, sarana pelepasan hubungan duniawi, serta media mempererat solidaritas sosial antarwarga. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab tiga rumusan masalah, yaitu: (1) bagaimana Etnis Kaili di Desa Sumbertani memaknai ritual Podoa pasca kematian; (2) bagaimana proses pelaksanaan ritual Podoa pada etnis Kaili; dan (3) bagaimana simbol dan makna pada hari-hari dalam ritual Podoa.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penentuan informan menggunakan teknik purposive dengan lima informan yang terdiri atas imam masjid, tokoh adat, pegawai syara, serta dua anggota keluarga yang pernah melaksanakan ritual Podoa. Analisis data dilakukan melalui tahapan penyuntingan data, kategorisasi, penafsiran makna, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Etnis Kaili memaknai ritual Podoa sebagai kewajiban spiritual dan sosial yang mengandung nilai keikhlasan, penghormatan, serta doa bagi ketenangan arwah. Proses pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dan melibatkan partisipasi keluarga serta masyarakat dalam suasana gotong royong. Setiap hari pelaksanaan memiliki simbol dan makna tersendiri yang mempresentasikan perjalanan spiritual arwah dan proses penerimaan duka oleh keluarga. Hari ke-7 dan ke-14 dimaknai sebagai penguatan doa dan kebersamaan sosial, hari ke-40 melambangkan fase keikhlasan dan pelepasan, sedangkan hari ke-100 menandai berakhirnya masa berkabung dan simbol ketenangan arwah. Dengan demikian, ritual Podoa tidak hanya sebagai praktik keagamaan, tetapi juga sebagai sistem simbol yang merefleksikan nilai spiritual, sosial budaya dan religiusitas Etnis Kaili di Desa Sumbertani.

Kata Kunci: Ritual Podoa, Simbol dan Makna, Ritual Pasca Kematian, Etnis Kaili

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
H Ilmu Sosial > Antropologi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Library of Congress Subject Areas > H Ilmu Sosial > Antropologi
Date Deposited: 30 Jul 2026 05:07
Last Modified: 30 Jul 2026 05:07
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/156867
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item