ACHMAD AMRULLAH (2026) PEMBINAAN RESIDIVIS TINDAK PIDANA PENCURIAN PADA RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIA PALU. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Achmad Amrullah, D 101 23 644, Pembinaan Residivis Tindak Pidana Pencurian Pada
Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Palu, Tahun 2025, Pembimbing I: Syachdin,
Pembimbing II: Muh. Fikri
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembinaan residivis tindak pidana pencurian di Rumah
Tahanan Negara Kelas IIA Palu, untuk mengetahui hambatan yang ada dalam pembinaan residivis
tindak pidana pencurian di Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Palu, mengidentifikasi upaya yang
dapat diprogramkan dalam mendukung talenta dan sklill warga binaan Rutan Kelas IIA Palu dan
Mendata ketersediaan sarana dan prasarana pendukung dalam pengembangan talenta dan sklill
warga binaan menuju penguatan ekonomi kreatif, Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif
memiliki beberapa macam, seperti etnografi, studi kasus, studi dokumen, pengamatan atau
observasi alami, serta fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan residivis
tindak pidana pencurian menghadapi tantangan yang kompleks. Dari perspektif WBP, faktorfaktor pendorong residivisme meliputi kesulitan ekonomi pasca-pembebasan akibat stigma
masyarakat, kurangnya bekal keterampilan yang efektif, pengaruh lingkungan sosial yang negatif,
serta adanya internalisasi identitas kriminal. Meskipun program pembinaan rohani dan
keterampilan di Rutan diapresiasi, para residivis mengharapkan pembinaan yang lebih personal,
intensif, solutif, dan berorientasi pada tantangan reintegrasi sosial yang nyata, termasuk cara
mengatasi stigma Masyarakat dan Hambatan Pembinaan Residivis Tindak Pidana Pencurian di
Rumah Tahahan Negara Kelas IIA Palu kurangnya dukungan anggaran mengakibatkan
keterbatasan sarana dan prasarana pembinaan, termasuk fasilitas pelatihan, kegiatan pembinaan
kepribadian, serta program kemandirian yang seharusnya diterapkan secara berkelanjutan.
Minimnya anggaran membuat pihak rutan kesulitan menghadirkan program pembinaan yang
memadai bagi residivis sehingga tujuan rehabilitasi perilaku tidak tercapai secara optimal serta
kondisi overcapacity, di mana jumlah tahanan jauh melebihi kapasitas rutan dan jumlah petugas
pembinaan, menjadi kendala serius dalam pelaksanaan pembinaan
Kata kunci: Pembinaan Residivis, Tindak Pidana Pencurian, Reintegrasi Sosial
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Hukum > Ilmu Hukum Ilmu Hukum |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum Library of Congress Subject Areas > Ilmu Hukum |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 05:10 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 05:10 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/156868 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

