WAHYUDI (2026) Analisis Keanekaragaman Dan Uji Kemampuan Kolonisasi Mikoriza Arbuskular Asal Kawasan Sekitar Pertambangan Nikel Morowali Utara. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Aktivitas pertambangan nikel memicu degradasi lingkungan yang masif, tidak
hanya pada area bukaan tambang, tetapi juga pada kawasan di sekitar
pertambangan. Kawasan sekitar pertambangan nikel, berpotensi menyimpan
jenis Mikoriza Arbuskular (MA) yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap
kondisi tanah setempat, sehingga menjadikannya inokulan yang potensial
dalam upaya pemulihan lahan terdegradasi. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman berbagai jenis mikoriza
arbuskular (Operational Taxonomic Unit, OTU) di kawasan sekitar
pertambangan nikel serta menguji tingkat kolonisasinya pada Pueraria
javanica. Metode penelitian mengombinasikan antara survei lapangan untuk
isolasi dan identifikasi jenis MA pada kawasan tersebut. Dilanjutkan dengan
pengujian kemampuan kolonisasinya pada Pueraria javanica melalui kultur
spora tunggal. Keanekaragaman dianalisis menggunakan indeks ShannonWeiner, Simpson, Margalef, dan Evennes. Data kolonisasi MA dan pengaruh
kolonisasi MA pada Pueraria javanica dianalisis menggunakan Analisis Sidik
Ragam (ANOVA) satu arah yang dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ)
taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman MA di
kawasan sekitar pertambangan nikel berada pada kategori sedang. Jenis MA
yang ditemukan meliputi OTU1( terduga Racocetra), OTU2 (terduga Glomus),
OTU3 (terduga Funneliformis morfotipe1), OTU4 (terduga Funneliformis
morfotipe2), OTU5 (terduga Acaulospora), OTU6 (terduga Scutellospora), dan
OTU7 (terduga Rhizophagus). Pada uji kolonisasi, perlakuan OTU3
menunjukkan persentase kolonisasi hifa (55%), jumlah vesikel (22%), jumlah
arbuskul (27%), dan jumlah spora hasil kultur (35 spora) tertinggi, disertai
respon kolonisasi terbaik pada Pueraria javanica. Meliputi tinggi tanaman
(15,8 cm), jumlah daun (21 helai), bobot segar tajuk (1,25 g), bobot segar akar
(0,473 g), bobot kering akar (0,089 g), total bobot segar (1,723 g), total bobot
kering (0,225 g), dan rasio akar berbanding tajuk (0,6773). OTU3 juga
menunjukkan kecocokan simbiosis paling tinggi dengan nilai MD (77%) dan
RME (328%).
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Pertanian > Agroteknologi S Agriculture > Agroteknologi |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Agroteknologi Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Agroteknologi |
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 03:52 |
| Last Modified: | 03 Aug 2026 03:52 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/156958 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

