DINA SYAHARANI BATTUI (2026) JASA EKOSISTEM PENGATUR AIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) DONGGULU KECAMATAN KASIMBAR KABUPATEN PARIGI MOUTONG. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
DINA SYAHARANI BATTUI – L131 22 377. Jasa Ekosistem Pengatur Air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Donggulu Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong. Dibimbing Oleh Naharuddin dan Rizky Purnama
Daerah Aliran Sungai (DAS) berperan penting dalam menjaga keseimbangan siklus hidrologi melalui fungsi ekosistemnya sebagai pengatur tata air. Perubahan penggunaan lahan akibat aktivitas manusia, seperti pembukaan kawasan hutan, perluasan lahan pertanian, dan perkembangan permukiman, berpotensi menurunkan kemampuan DAS dalam menyerap, menyimpan, dan mengalirkan air secara alami. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko banjir pada musim hujan serta kekeringan pada musim kemarau. DAS Donggulu di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong merupakan salah satu DAS yang memiliki fungsi strategis sebagai penyedia air bagi masyarakat dan sektor pertanian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi tutupan lahan serta menganalisis tingkat jasa ekosistem pengatur air di DAS Donggulu sebagai dasar penyusunan rekomendasi pengelolaan wilayah secara berkelanjutan.
Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2025 dengan menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis dilakukan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) yang mengintegrasikan tiga parameter utama, yaitu tutupan lahan, karakteristik vegetasi alami, dan karakteristik bentang alam. Masing-masing parameter diberi bobot dan skor berdasarkan Pedoman Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Hasil analisis spasial kemudian divalidasi melalui kegiatan ground check untuk memastikan kesesuaian antara interpretasi peta dengan kondisi aktual di lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa DAS Donggulu memiliki delapan kelas tutupan lahan, dengan hutan lahan kering primer dan badan air sebagai penutup lahan yang memberikan kontribusi tertinggi terhadap fungsi pengaturan air. Sebaliknya, lahan terbuka, semak belukar, dan kawasan permukiman memiliki kemampuan paling rendah dalam mendukung fungsi hidrologi. Vegetasi hutan pamah (non-dipterokarpa) menjadi tipe vegetasi dengan nilai jasa ekosistem tertinggi, sedangkan bentang alam dataran fluvial bermaterial aluvium menunjukkan kemampuan terbaik dalam mendukung infiltrasi dan penyimpanan air. Secara keseluruhan, hasil indeks menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah DAS Donggulu masih berada pada kategori sangat rendah hingga sedang, sehingga diperlukan upaya konservasi, rehabilitasi lahan, serta pengelolaan tata guna lahan yang berkelanjutan untuk meningkatkan fungsi jasa ekosistem pengatur air.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Kehutanan > Kehutanan S Agriculture > Kehutanan |
| Divisions: | Fakultas Kehutanan > Kehutanan Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Kehutanan |
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 05:35 |
| Last Modified: | 03 Aug 2026 05:35 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/156969 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

