PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR PADA BERBAGAI DOSIS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN NILA (Oreochromis Niloticus)

MEGAWATI R (2026) PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR PADA BERBAGAI DOSIS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN NILA (Oreochromis Niloticus). Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Megawati R (O 271 19 030). Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor Pada
Berbagai Dosis Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Ikan Nila
(Oreochromis niloticus). (Musayyadah Tis’in dan Nur Hasanah, 2026).
Ikan nila (Oreochromis niloticus) termasuk salah satu komoditas perikanan air
tawar yang sangat penting secara ekonomi di Indonesia. Permasalahan yang
sering terjadi dalam produksi ikan nila dimana kualitas nutrisi pakan yang
digunakan belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan ikan secara optimal.
Oleh karena itu diperlukan bahan tambahan yang kaya akan nutrisi, salah satu
solusi untuk meningkatkan pertumbuhan ikan budidaya menghasilkan produksi
yang lebih baik, diperlukan alternatif pakan dengan menggunakan bahan lokal
yang mudah ditemukan yaitu tanaman daun kelor (Moringa oleifera). Penelitian
dilaksanakan pada 27 Januari – 7 Maret 2026, bertempat di Laboratorium Kualitas
Air dan Biologi Akuatik Fakultas Peternakan dan Perikanan. Uji analisis
proksimat bertempat di Laboratorium Universitas Tadulako Palu. Adapun uji
amonia bertempat di Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu. Organisme uji yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu benih ikan nila (Oreochromis niloticus)
dengan bobot awal rata-rata 8 g, sebanyak 200 ekor diperoleh dari Balai Benih
Ikan Tatanga. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap
(RAL), yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 5 ulangan, sehingga terdapat 20 unit
satuan percobaan. Perlakuan yang di uji adalah tepung daun kelor dengan dosis
berbeda yang terdiri dari A= (kontrol) tanpa penambahan daun kelor, B= 17,5 g,
C= 20 g, D= 22,5 g. Pakan yang diberikan berupa pakan buatan sebanyak 3?ri
total bobot tubuh ikan. Variabel yang diamati meliputi pertumbuhan bobot
mutlak, kelangsungan hidup, Feed Convertion Ratio (FCR) dan parameter
kualitas air. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dosis
17,5% memberikan pertumbuhan bobot mutlak tertinggi yaitu 6,01 g dan nilai
kelangsungan hidup tertinggi yaitu 84,00. Dosis (kontrol) menghasilkan FCR
tertinggi sebesar 1,92. Parameter kualitas air selama penelitian didapatkan rentan
suhu berkisar 26-27°C, pH 7,7-8, oksigen terlarut (DO) 4,1-4,8 mg/L dan amonia
0,03-1,75 mg/L.
Kata kunci : Pertumbuhan, Kelangsungan Hidup, (Oreochromis niloticus),
(Moringa oleifera), Dosis.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Peternakan dan Perikanan > Akuakultur
S Agriculture > Akuakultur
Divisions: Fakultas Peternakan dan Perikanan > Akuakultur
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Akuakultur
Date Deposited: 03 Aug 2026 05:51
Last Modified: 03 Aug 2026 05:51
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/156972
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item