DAVID NATHANIEL (2026) ANALISIS KEANEKARAGAMAN DAN UJI KOLONISASI MIKORIZA ARBUSKULAR ASAL KAWASAN REVEGETASI TAMBANG NIKEL DI MOROWALI. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Mikoriza arbuskular berkontribusi pemulihan ekosistem terdegradasi
disertai memperbaiki fungsi ekologi dan mempercepat proses revegetasi
melalui pengurangan tekanan abiotik terhadap tumbuhan. Penelitian ini
bertujuan menganalisis keanekaragaman spora mikoriza arbuskular asal
kawasan revegetasi pasca tambang nikel di Morowali dan menguji tingkat
kolonisasi spora tunggal mikoriza arbuskular pada tanaman Pueraria javanica.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak
lengkap (RAL), terdiri dari delapan variasi perlakuan yakni P0 (Kontrol), P1
(Glomus sp.), P2 (Racocetra sp.), P3 (Rhizophagus sp.), P4 (Paraglomus sp.), P5
(Gigaspora sp.), P6 (Acaulospora sp.), P7 (Scutellospora sp.), dan tiga kali
ulangan dengan satu tumbuhan uji Pueraria javanica digunakan sebagai inang
kultur tunggal spora mikoriza arbuskular sehingga total terdapat 24-unit
percobaan. Hasil perhitungan spora mikoriza arbuskular berjumlah 3.889 per
500-gram tanah dengan tujuh genus utama teridentifikasi yaitu Glomus sp.,
Rhizophagus sp., Paraglomus sp., Racocetra sp., Gigaspora sp., Acaulospora sp.,
Scutellospora sp. Indeks keanekaragaman menunjukkan (H’ < 1>1; S’<8) didominasi oleh Genus Paraglomus sp., dan Glomus sp. Kultur
tunggal spora dari Glomus sp., menghasilkan 67 spora per 50-gram tanah.
Scutellospora menunjukkan kolonisasi arbuskula dan hifa yang tinggi pada
akar Pueraria javanica (73%; 87%), sementara Glomus tinggi vesikel (70%).
Hasil analisis ragam menunjukkan adanya pengaruh sangat nyata (p<0,05)
pada seluruh parameter pertumbuhan. Hasil uji lanjut beda nyata Jujur (BNJ
5%) menunjukkan perbedaan yang sangat nyata antara P0 dengan P1 dan P7.
Perlakuan P1 (Glomus sp.), menghasilkan panjang akar tertinggi (11,5 cm),
Perlakuan P7 (Scutellospora sp.), menghasilkan bobot segar dan bobot kering
tertinggi (0,69-g; 0,13-g), bobot segar dan bobot kering akar (0,29; 0,21-g)
biomassa basah total dan biomassa kering total (0,98; 0,16-g), nilai MD dan
RME tertinggi (93,9%; 1528%) dengan panjang sulur maksimum (10,5 cm)
serta jumlah daun tertinggi 18 helai. Hasil penelitian ini mendukung hipotesis
bahwa kultur tunggal spora Genus mikoriza arbuskular tertentu mampu
membentuk kolonisasi akar yang optimal secara bersamaan berkontribusi
pada peningkatan pertumbuhan tanaman inang.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Pertanian > Agroteknologi S Agriculture > Agroteknologi |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Agroteknologi Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Agroteknologi |
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 06:26 |
| Last Modified: | 03 Aug 2026 06:26 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/156981 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

