PENGENDALIAN PENYAKIT PUSTUL BAKTERI Xanthomonas Citri Pv. Glycines PADA KEDELAI MENGGUNAKAN PGPM (Plant Growth Promoting Microorganisms)

NUR HIKMAH DALIFA (2026) PENGENDALIAN PENYAKIT PUSTUL BAKTERI Xanthomonas Citri Pv. Glycines PADA KEDELAI MENGGUNAKAN PGPM (Plant Growth Promoting Microorganisms). Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kedelai (Glycine max (L) Merr) merupakan tanaman yang kaya akan minyak
dan protein. Kedelai menjadi komoditas strategis yang memainkan peran
penting dalam ketahanan pangan dan perekonomian. Serangan penyakit
penting tanaman kedelai menjadi salah satu faktor penghambat produksi
tanaman ini. Salah satu penyakit penting tanaman kedelai seperti penyakit
pustul bakteri yang disebabkan oleh Xanthomonas citri pv. glycines (Xag)
mengurangi hasil panen hingga 21–40 % hasil panen. Salah satu upaya yang
dapat dilakukan untuk memenuhi tingginya permintaan pasar kedelai yaitu
dengan memanfaatkan mikroorganisme PGPM sebagai faktor pendukung
budidaya tanaman dan pengendalian penyakit pustul bakteri Xanthomonas
citri pv. glycines (Xag). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh
mikroorganisme PGPM terhadap hasil produksi dan ketahanan tanaman
kedelai terhadap infeksi penyakit pustul bakteri Xanthomonas citri pv. glycines
(Xag). Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode
eksperimen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak
lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 variasi perlakuan yakni M0 (Kontrol), M1
(Penyelaputan benih dengan PGPM), M2 (Penyelaputan benih dengan PGPM +
10 gram Mikoriza Arbuskular), M3 (Penyemprotan daun kedelai dengan
PGPM), M4 (Penyemprotan dan Penyelaputan benih dengan PGPM), M5
(Penyemprotan dan Penyelaputan benih dengan PGPM + Mikoriza arbuskular
10 gram). Analisis data dilakukan menggunakan Analisis Ragam (ANOVA) dan
jika mendapatkan hasil berbeda nyata, maka akan dilanjutkan dengan uji
lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitian menginformasikan
bahwa perlakuan M5 memberikan pengaruh terbaik secara signifikan dalam
meningkatkan pertumbuhan, hasil produksi, serta ketahanan tanaman kedelai
terhadap infeksi Xag. Selain itu, M5 memperlama masa inkubasi hingga 9 hari
dan menekan keparahan penyakit secara drastis dibandingkan kontrol sampai
akhir pengamatan. Lebih lanjut, nilai laju perkembangan penyakit (r) yang
tampak tinggi pada perlakuan M5 dikonfirmasi bukan sebagai indikator
kegagalan biokontrol, melainkan sebuah akibat keberhasilan konsorsium
PGPM dalam menekan dan menunda populasi inokulum awal patogen secara
signifikan di fase awal infeksi.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Pertanian > Agroteknologi
S Agriculture > Agroteknologi
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Agroteknologi
Date Deposited: 03 Aug 2026 06:27
Last Modified: 03 Aug 2026 06:27
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/156982
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item