AYU WULANDARI KATTE (2026) JENIS-JENIS FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR PADA HABITAT ROTAN TAIMANU (Korthalsia Celebica Becc.) DI TAMAN NASIONAL LORELINDU SULAWESI TENGAH. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Rotan taimanu (Korthalsia celebica Becc.) merupakan jenis rotan yang memiliki daerah penyebaran yang sangat terbatas. Sementara eksploitasi terhadap jenis rotan masih berlangsung secara terus menerus saat ini sehingga populasinya di hutan-hutan alam terancam. Fungi mikoriza arbuskular sangat berperan dalam pertumbuhan jenis rotan ini di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis fungi mikoriza arbuskular pada rizosfer habitat rotan taimanu di taman nasional lore lindu sulawesi tengah. Penelitian ini dilaksanakan mulai Bulan November – Januari 2026. Pengambilan sampel akar dan tanah pada habitat rotan taimanu dilakukan di Kawasan Taman Nasional Lore Lindu, di Desa Wanga Dataran Tinggi Napu, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Identifikasi jenis fungi mikoriza arbuskular dan analisis kepadatan spora, kolonisasi Fungi mikoriza arbuskular pada akar dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Hutan, Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor, Jawa Barat. Metode penelitian ini melitputi pengambilan sampel tanah dan akar secara purposive sampling, Isolasi spora fungi mikoriza arbuskular dilakukan menggunakan metode tuang dan saring (wet sieving) dan sentrifugasi, Identifikasi morfologi spora dilakukan berdasarkan karakteristik seperti warna, bentuk, ukuran, hifa attachment, dan ornamen spora dan kolonisasi fungi mikoriza arbuskular pada akar dilakukan melalui proses pembersihan dan pewarnaan akar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keragaman fungi mikroiza arbuskular pada habitat rotan taimanu di temukan enam morfospesies yang menunjukkan variasi morfologi yang meliputi warna spora (kuning, coklat, hingga bening kekuningan), ukuran (60–140 µm), serta bentuk (bulat dan lonjong) hanya memiliki satu lapisan dinding spora (spore-wall) serta adanya keterkaitan dengan subtending hifa. Selanjtnya, kepadatan spora pada setia sampel tidak merata dengan memiliki tingkat kelimpahan spora yang paling tinggi, terutama didominasi oleh Glomus sp5 dan Glomus sp6. Selanjtnya, kolonisasi akar rotan taimanu mengindikasikan bahwa perkembangan fungi mikoriza arbuskular yang belum aktif menginfeksi akar sehingga nilai persentase kolonisasi sebesar 0% pada ketiga sampel yang ditemukan. Selanjutnya, kondisi lingkungan pada lokasi penelitian menunjukkan kelembaban udara yang relatif tinggi (66,8%–72,0%), suhu udara yang cukup hangat (29,7?–30,7?), serta intensitas sinar matahari yang bervariasi (546 Lux–580 Lux).
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Kehutanan > Kehutanan S Agriculture > Kehutanan |
| Divisions: | Fakultas Kehutanan > Kehutanan Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Kehutanan |
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 06:34 |
| Last Modified: | 03 Aug 2026 06:34 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/156984 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

